Beginilah proses pembuatan kerupuk usaha rumahan yang ada di Muara Muntai dan hasilnya pun kian diminati masyarakat. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, MUARA MUNTAI – Pemanfaatan potensi lokal seperti melimpahnya perikanan, salah satunya yang ada di wilayah hulu mahakam tepatnya di kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi berkah tersendiri bagi masyaarakat setempat dengan memunculkan ide kreatif, membuat berbagai produk olahan makanan seperti kerupuk ikan belida, ikan haruan (gabus) dan lainnya bernilai ekonomis.

Bahkan kerupuk olahan tersebut kini ramai diburu masyarakat, tidak hanya slakala lokal melainkan sudah merambah ke kabupaten/kota seperti Kutai Barat (Kubar), Samarinda, Balikpapan.

Permintaan itu juga datang dari luar pulau Kalimantan yakni Jawa, Makassar, bahkan tembus sampai ke Mesir.

“Alhamdulillah, potensi lokal Muara Muntai sangat melimpah dan menjanjikan, salah satunya dengan memanfaatkan perikanan yang ada dan diolah menjadi berbagai macam produk makanan bernilai ekonomis,” kata Muhammad Guntur, Kades Muara Muntai saat ditemui wartakaltim.co, Senin (17/12/2018).

Menurut dia, pihaknya pun terus mendorong agar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Muara Muntai berkembang dan menjadi sumber ekonomi baru dengan pemanfaatan potensi lokal yang ada di Muara Muntai.

“Kami terus mendorong dan mendukung para pelaku usaha kecil menengah dalam pengembangan berbagai produk rumahan yang bernilai ekonomis. Tentunya dapat menambah pendapatan keluarga, salah satunya melalui produk kerupuk ikan yang saat ini makin diminati bahkan sampai ke mancanegara seperti Mesir,” ujarnya.

Untuk membantu pemasaran para pelaku UMKM, Guntur telah memprogramkan baik secara online dengan pemanfaatan media sosial maupun melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Muara Muntai Ilir.

“Semua produk UMKM yang dihasilkan oleh warga, kita masukkan di BUMDes. produk-produk yang dihasilkan tersebut selanjutnya dipromosikan ke berbagai lapisan masyarakat baik lokal, lintas kabupaten/kota dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Nila salah satu pengusaha kerupuk ikan yang beralamatkan di Jl. Gajah Mada Rt. 02 Muara Muntai Ilir mengatakan, usahanya tersebut sudah berjalan sejak tahun 2011 silam hingga sekarang dengan sistem Keluarga.

“Alhamdulillah, produksi kerupuk ikan ini kita mulai dari yang kecil hingga mampu bertahan sampai sekarang. Bahkan permintaan kerupuk semakin meningkat, kita juga menambah karyawan sampai 10 orang, terutama ibu-ibu yang ada di desa Muara Muntai Ilir,” katanya.

Disebutkan Nila, dalam sehari menghabiskan 2 (dua) karung tepung kanji dengan berat 50 kg. Kemudian dicampur dengan olahan daging ikan yang sudah dipilah sebanyak 35 Kg.

“Cara membuatnya, masih tradisional yakni setelah semuanya diolah kemudian dilakukan proses pemotongan kerupuk secara menual. Dilanjutkan masuk pada proses pengeringan dengan cara dijemur diruang terbuka dengan cuaca terik sinar matahari. Setelah dilakukan proses pengeringan barulah dimaskkan kedalam kemasan plastik dengan penimbangan sesuai takaran,” ujarnya.

Ditambahkan Nila, produk kerupuk yang dihasilkan tersebut dijadikan oleh-oleh para wisatawan lokal maupun asing yang datang berwisata ke Kampoeng Telihah (Ulin).

“Banyak warga maupun wisatawan singgah di Toko Monika (milik Nila) untuk membeli berbagai produk UMKM seperti kerupuk ikan haruan (gabus) dan lainnya sebagai oleh-oleh untuk keluarga,” sebut Nila. (dedy/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.