Kepala SPNF SKB Tenggarong Bukhori saat menyerahkan mesin jahit simbolis usai penutupan pendidikan PKW menjahit level III. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kursus menjahit Level III bagi warga belajar Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tenggarong resmi berakhir dan ditutup oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Timur (Kaltim) Akhmad Romansyah didampingi Kepala Bidang PAUD dan PNFI Hj. Maria Ester, dan Kepala SPNF SKB Tenggarong, Bukhori, Kamis (20/12) di Gedung SPNF SKB Tenggarong Jl. Kauman No.1 Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang.

Penutupan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) ditandai dengan pameran kostum hasil karya jahit para peserta yang digunakan langsung masing-masing peserta.

Kepala  BP PAUD dan Dikmas Kaltim Akhmad Romansyah, mengatakan kewirausahaaan menjadi hal yang fundamental dan penting untuk menjawab tantangan dunia kerja, sehingga dengan keterampilan yang sudah dimiliki warga belajar mampu mebuka usaha secara mandiri.

“Selamat kepada semua peserta yang sudah menyelesaikan proses pelatihan menjahit sampai level III. Saya berpesan agar ilmu yang didapat terus diasah dan dikembagkan dalam berwirausaha dan mampu meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hifsi G Fachrannas melalui Kepala Bidang PAUD dan PNFI Hj. Maria Ester mengapresiasi atas suksesnya pendidikan PKW yang diselenggarakan oleh SPNF SKB Tenggarong.

“Program wirausaha ini merupakan prestasi yang luar biasa. Tahun 2018 SPNF SKB Tenggarong telah melaksankan 3 (tiga) program untuk masayarakat,” ujarnya.

Menurut Ia, program PKW Kursus Menjahit Busana dapat memberikan keterampilan yang dapat menambah penghasilan. “Saya berharap program ini akan terus ada sehingga dapat bermanfaat bagi warga belajar dan dapat menambah keterampilan bernilai ekonomis,” katanya..

Sementara itu Kepala SPNF SKB Tenggarong Bukhori juga mengatakan tahun 2018 pihaknya telah membuka kesempatan belajar kepada masyarakat kursus menjahit busana level 3 dengan biaya dari Kementrian Pendidikan Nasional yang diikuti 20 peserta dan kursus tatabusana level 2 (mandiri) juga diikuti 30 peserta dan kursus Otomotif perbengkelan sepeda motor 15 peserta.

“Dalam program tersebut kami hadirkan motivator, agar warga belajar semakin percaya diri dalam merintis usaha. Kami akan selalu memantau perkembangan mereka, seberapa prosen keberhasilan program sebagai bahan evaluasi. Kami juga membuka pendampingan bagi warga belajar meskipun program sudah kami tutup,seminggu sekali kita kumpul,” katanya.

Menurut Ia, tujuan akhir dari program PKW ini adalah agar peserta setelah pelatihan ini selesai dapat berwira usaha terutama sesuai dengan bidangnya.

“Insya Allah kami akan memantau dan memberikan pendampingan dengan melakukan pertemuan seminggu sekali. Hasil karya peserta juga sudah dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan adanya beberapa orderan atau pemesan dari lembaga sekolah yang ada di Kukar hingga kota Balikpapan,” ujarnya. (ekho/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.