Plt Bupati Kukar Edi Damansyah saat menghadiri reoni akbar SMP PGRI Muara Bengkal. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, KUTIM – Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri Reoni Akbar SMP PGRI Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim) mulai angkatan 1977 hingga 1986, berlangsung meriah di Gedung PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Desa) Muara Bengkal, Sabtu (12/1/2019).

Kehadiran Edi Damansyah yang juga merupakan alumni angkatan 1982 menjadi kebanggaan tersendiri bagi para alumni dan guru SMP PGRI. Bahkan saat diminta untuk menyampaikan kesan-kesannya yang saat itu diberi waktu 4 menit bercerita panjang lebar, membuka memori disaat menggeluti pendidikan saat itu.

Saat menyampaikan kesannya, para mantan guru SMP PGRI yang sudah berusia renta duduk di kursi yang berada diatas panggung kehormatan, termasuk kepala guru bahasa Inggrisnya yakni Reginem.

“Saat ini saya menyampaikan rasa penyesalan saya kepada guru bahasa Inggris saya. Dulu tiap pelajaran bahasa Inggris, saya selalu bolos. Setiap ada pelajaran bahasa Inggris, saya cari cara agar keluar dari ruang kelas bersama beberapa teman,” ujar Edi.

Penyesalan ini dirasakan Edi saat menghadiri forum pertemuan internasional.

“Kalau dalam forum pertemuan internasional, saya selalu didukung alat bantu yang dipasang di telinga,” tuturnya.

Ia menyadari kemampuan bahasa Inggrisnya saat ini di bawah rata-rata.

“Karena di tingkat dasar saya sudah mengabaikan pelajaran bahasa Inggris,” ucap Edi usai menghadiri reoni.

Bahkan disaat itu, Edi kecil harus menempuh jarak 3 s/d 4 km ke sekolah. Ia berangkat selepas Dzuhur, sedangkan masuk sekolah sore hari.

“Saya pakai sepeda ke sekolah dari Ngayau (desa tempat asal Edi) jika situasi normal, kalau tidak, jalan kaki atau naik perahu menyusuri sungai. Ya, masa SMP dulu lebih banyak situasi sulit dibandingkan dengan kenangan manisnya,” tutup Edi. (wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.