Suasana saat Disdikbud Kukar Menerima Studi Komporatif Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga PPU ( Foto: ekho)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Pasir Utara (PPU), di Ruang Rapat Lantai 2 (Disdikbud) Kabupaten Kukar, Rabu (23/1/2019).

Rombongan yang berjumlah 84 orang tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga PPU Marjani, diterima Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Ketenaga Kerjaan (GTK) Haspian Nur Nafsy didampingi Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal dan Informal Hj. Maria Ester, serta para Penilik dan Pengawas lainnya.

Dikatakan Ketua Tim Studi Komparatif, Marjani kehadirannya di Kukar bersama unsur Penilik, Pengawas Sekolah meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta beberapa staf Disdik PPU, dalam rangka melihat dan memantau penerapan pendidikan dan keberhasilan Disdikbud Kukar.

“Selain menjalin silaturahmi juga melihat langsung penerapan dan keberhasilan Disdikbud Kukar dalam menjalankan sistem pendidikan di Kukar,” katanya.

Menurut dia, studi Komperatif seperti ini sangat baik dilaksanakan, sebagai terobosan baru dalam memajukan Pendidikan khususnya yang berkaitan dengan tugas Penilik dan Pengawas.

‘Semoga studi komperatif yang kita lakukan mendapatkan wawasan dan ilmu, sehingga menjadi bahan evaluasi dalam kinerja baik dinas pendidikan, penilik, pengawas dan lainnya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu Kadisdikbud Kukar Hipsi G Fahrannas melalui Kabid PAUD dan PNFI Hj. Maria Ester memafarkan capaian layanan Pendidikan Nonformal yang ada di 18 Kecamatan, dimana berdasarkan data Dapodik tahun 2018 sebanyak  635 lembaga meliputi Lembaga PAUD, SPNF SKB, PKBM dan LKP.

“Saat ini di Kukar, terutama Bidang PAUD dan PNFI selalu mengembangkan pendidikan  bukan hanya akses layanan  saja, melainkan lebih pada penekanan layanan mutu semua lembaga yang harus terakreditasi,” katanya.

Bahkan menurut Maria, tahun 2017 Kukar diurutan kedua usulan akreditasi terbanyak dari 10 Kabuaten Kota di Kaltim.

“Alhamdulillah, tahun 2018 Kukar berada diurutan pertama dengan jumlah Lembaga terakreditasi 156 lembaga dari 560 lembaga yang terakreditasi di Kaltim,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, Maria juga mengaku program satu desa satu PAUD sudah tercapai 98% dan masih ada 4 desa yang belum memiliki PAUD, yakni di Kecamatan Tabang, akan tetapi masyarakat yang ada di desa tersebut masih bisa terlayani oleh PAUD yang  ada di Muara Ting yang merupakan tetangga desa tersebut.

Ditambahnya, keberadaan Pamong Belajar dan Penilik juga menjadi masalah yang kerap dihadapi hampir sama dengan Kabupaten/Kota lain di Kaltim.

“Ya ini juga menjadi masalah dan tantangan bagi Kukar, mengingat Pomong dan Penilik sampai saat ini belum mendapat tunjangan tambahan dalam bentuk sertifikasi seperti Guru dan Pengawas. Ya, di Kukar para Pamong Belajar dan Penilik sudah mendapatkan Insentif dari Pemerintah daerh sesuai Golongan,” jelasnya. (ekho/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.