Beginilah suasana aktivitas warga Khala saat melakukan proses pengeringan daun Kedemba yang bernilai ekonomis. (Foto: Arian)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Sepanjang perjalanan dari desa Sebelimbingan Kecamatan Kota Bangun, hingga desa Kahala, Kenohan Kutai Kartanegara (Kukar) terlihat aktivitas warga disibukkan dengan menghampar dedaunan yang dijemur dibawah teriknya matahari.

Dedaunan yang dijemur itu, ternyata berasal dari pohon yang biasa disebut oleh warga setempar dengan daun Kedemba. Secara ilmiyah Kedemba atau kratom bernama Mitragyna speciosa Korth yang masuk dalam Famili Rubiaceae adalah salah satu jenis pohon yang ada di dataran rendah pulau Kalimantan.

Jenis pohon ini biasanya didapati di dareah aliran sungai dan rawa rawa di wilayah pedalaman hulu mahakam, Kukar. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga tidak heran banyak warga yang berburu untuk mengumpulkan daun kedemba yang tumbuh secara alami sekaligus menjadi salah satu mata pencaharian yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga.

Tanaman ini mempunyai nilai ekomomi tinggi karena mempunyai manfaat yang sering digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati beberapa penyakit seperti diare, pereda nyeri, batuk, darah tinggi, dan untuk menambah serta meningkatkan stamina seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

Dikatakan Udin bersama rekannya Dikin, setiap hari ia dan teman-temannya mengumpulkan daun kedemba dari warga yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

“Ya, setiap orang dapat mengumpulkan daun kedemba segar mulai 100kg hingga 300 kg/orang,” kata Udin, Sabtu (19/1/2019).

Bahkan kata Udin, bisa mengumpulkan daun segar dari warga hingga 2 s/d 3 Ton perhari. Adapun harga daun kedemba segar antara Rp2000 hingga Rp2.400 perkilogram, tergantung kualitas daun segar.

“Jika cuaca terik daun kedemba yang dikeringkan bisa mencapai 1 hingga 1,5 ton perhari, setelahnya diolah menjadi serbuk dengan cara digiling dengan menggunakan mesin. Harga perkilogram serbuk daun kedemba antara Rp12.000 hingga Rp15.000 perkilogram. Harga serbuknya juga tergantung pada kualitas yang dihasilkan dengan kadar airnya,” ujarnya.

Ditambahkan dia, daun kedemba yang sudah diolah menjadi serbuk, lalu dikumpulkan ke pedagang besar yang sudah mempunyai jalur pemasaran hingga ke luar daerah.

“Potensi pohon kedemba di Khala ini sangat menjanjikan bagi masyarakat untuk menambah ekonomi keluarga dan harganya pun sudah ditentukan oleh pedagang besar,” jelasnya. (wk/arian)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.