Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal inilah, salah satu usaha BUMDes Muara Enggelam yang sukses menerangi desa pedalaman hulu Mahakam. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Sejak didirikannya pada 2015 silam, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersinar Desaku, Muara Enggelam sukses mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal. Bahkan hingga akhir Desember 2018 lalu berhasil meraih pendapatan hingga Rp809 juta.

Ketua BUMDes Muara Enggelam, Ramsyah mengatakan, keberhasilan BUMDes dalam mengelola PLTS di Muara Enggelam menjadi role model untuk seluruh desa se-Indonesia. Bahkan Ia kerap diundang Pemerintah Pusat untuk memaparkan keberhasilannya dalam mengelola PLTS komunal hingga menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta per tahun.

“Penghasilan dari PLTS ini sekitar Rp16 juta s/d Rp20 juta/bulan atau setahun mencapai Rp200 juta. Selama 2018 penghasilan dari PLTS mencapai Rp228 juta dan hingga kini terus berkembang dengan unit usaha lainya,” kata Ramsyah, Rabu (30/1/2019).

Menurut Ramsyah menjelaskan, adanya unit usaha itu ikut meningkatkan perekonomian warga yang mayoritas sebagai nelayan.

“Saat ini BUMDes Muara Enggelam telah memiliki 6 unit usaha, meliputi PLTS komunal, TV kabel, sarang burung walet, pasar desa, air minum dan molding. Untuk unit usaha pasar desa, BUMDes menyiapkan lapak buat disewakan kepada para pedagang yang berjualan 3 kali dalam seminggu,” ujarnya.

Adapun kapasitas listrik dari PLTS komunal, kata Ramsyah sudah ditingkatkan dari 30 kWp menjadi 42,1 kWp sesuai permintaan warga Muara Enggelam. Terkait peningkatan kapasitas listrik, teknisi dari Jakarta sudah mengoneksikannya dengan sistem di PLTS.

“Cuma kami belum membagikannya kepada masyarakat menyusul ada rencana penggantian meteran listrik prabayar bantuan dari perusahaan Jerman yakni Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), internasional milik pemerintah federal Jerman akan membantu pemasangan meteran listrik prabayar sebanyak 168 meteran listrik seluruh rumah warga,” katanya.

Diketahui, perangkat PLTS yang mengalirkan listrik ke rumah warga diletakkan di belakang kantor desa. Perangkatnya sendiri langsung didatangkan dari Jerman dengan berat 50 ton. Desa Muara Enggelam dihuni 169 KK atau 690 jiwa. Mereka tinggal di rumah-rumah rakit. Proyek pengadan PLTS di Muara Enggelam ini menelan anggaran Rp 3,25 miliar dari APBN. PLTS ini didukung 150 lembar panel surya dan 114 unit baterai dengan berat satu baterai 85 kg.

Adapun iuran yang dinenakan kepada warga saat ini ada kenaikan yang semuala Rp3.000/hari untuk 350 watt, maka kenaikan beban jadi 500 watt dikenakan Rp 4.500/hari, 600 watt dikenakan Rp 5.000/hari dan 700 watt dikenakan Rp 6.000/hari. (wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.