Camat Anggana Hj Noorhairi

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Camat Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Hj Noorhairi mengingatkan sekaligus menghimbau kepada semua warga pendatang, agar melapor atau izin kepada Ketua RT setempat 1×24 jam. Hal tersebut dikatakannya menyusul adanya informasi warga miskin di Anggana tidak terdata, Kamis (31/1/2019).

“Saya meminta kepada warga pendatang, hendaknya izin atau lapor kepada Ketua RT setempat 1×24 jam, demi kebaikan bersama aman dan tentram,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya informasi yang beredar terkait masyarakat miskin yang tidak terdata dan tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah dan bergerak cepat melakukan pengecekan informasi dimaksud.

“Tim telah melakukan pengecekan terkait informasi yang sempat viral di media online itu, bahwa ada masyarakat miskin yang tidak terdata dan tidak pernah mendapat perhatian. Warga yang dimaksud itu ternyata warga Samarinda yang beralamatkan di Selili Jl. Lumba-lumba dan Ia tinggal di Anggana sifatnya non permanen,” katanya.

Baca juga: Jalan Oloy Pedalaman Kukar Rusak, Warga Giat Gotong Royong

Bahkan lanjut Noorhairi, yang bersangkutan sudah tinggal di Kutai Kartanegara puluhan tahun dan tidak melaporkan diri kepada ketua RT setempat. Ia (Burhanuddin) selaku kepala keluarga beralasan, tujuannya menetap di wilayah Anggana hanya bekerja untuk mencari sampah yang hanyut di sungai mahakam untuk dijual kembali ke Samarinda.

Menyikapi hal tersebut, kata Noorhairi menjelaskan dalam administrasi kependudukan, warga yang demikian itu tetap dilakukan pendataan sebagai penduduk non permanen dan tidak boleh diberikan surat domisili berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.14/2015 tentang Pedoman Pendataan Penduduk Non Permanen.

“Artinya, masyarakat yang datang ke Anggana untuk mencari nafkah hanya boleh diberikan surat keterangan sebagai peduduk non permanen,” katanya.

Ditambahkan dia, pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan mengundang dinas instansi terkait seperti, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dsdukcapil) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membahas permasalahan tersebut.

“Besok Jumat (1/2/2019) kami akan mengundang dinas instansi terkait, membicarakan permasalahan tersebut, tentunya sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) pemerintah, jika si penduduk tersebut tetap ingin tinggal mencari nafkah di Anggana, maka kita akan berikan surat keterangan sebagai penduduk non permanen,” jelasnnya. (wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.