Kreatif, usaha tanam Holtikultura di pekarangan rumah bernilai ekonomis. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Bercocok tanam holtikultura tidak hanya dilakukan di lahan pertanian yang luas, namun bisa dilakukan dengan mamanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai tempat menamam berbagai kebutuhan sayur mayur bernilai ekonomis.

Salah satunya dilakukan oleh Susi Lestari selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Marga Mulya, Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) menanam berbagai tanaman sayuran holtikultura yang berada dipekarangannya sendiri.

Bahkan KWT yang memikiki 40 orang anggota tersebut telah mampu mengangkat nilai ekonomi keluarganya masing-masing dengan menaman berbagai jenis tanaman seperti seledri dan lainnya.

“Alhamdulillah dari hasil tanaman seledri saja dalam seminggu, mampu menghasilkan sampai Rp400 ribu pada satu demplot dan hasilnya sendiri masuk di kas KWT,” kata Susi Lestari.

Menurut Susi, pemanfaatan lahan pekarangan tersebut merupakan bagian dari support Kementerian Pertanian yang berdampak terhadap masyarakat melalui program Kawasan Ruang Pangan Lestari (KRPL) dengan anggotanya berasal dari ibu rumah tangga.

“Tanaman holtikultura dipekarangan rumah saat ini terus meningkat dan masing-masing anggota sudah memiliki demplot dengan beragam macam sayuran mulai dari brokoli, cabai, tomat hingga aneka bibit buah siap jual sebagai bagian dari pundi-pundi ekonomi keluarga,” ujarnya.

“Semoga kedepannya KWT ini akan terus berkembang, tidak hanya di desa Purwajaya melainkan desa-desa lainnya sehingga mampu meningkatkan ekonomi dikalangan keluarga sendiri,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kukar Hairil Anwar terus mendorong dan menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat menggeluti dunia pertanian, tidak hanya dilahan pertanian luas, namun juga bisa dilakukan di area pekarangan rumah seperti yang dilakukan oleh KWT  Marga Mulya Desa Purwajaya dalam mempertahankan ketahanan dan keamanan pangan terutama dilingkunga keluarga.

“Saat ini DKP terus mendorong bertani mandiri melalui KWT, menanam kebutuhan akan sayuran hijau secara mandiri. Dimulai dari area pekarangan rumah, memelihara dan menanam. Hasilnya pun dapat dikonsumsi sendiri selebihnya dapat bernilai ekonomis,” katanya. (wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.