Beginilah suasana latihan masal persahabatan pencak silat di Kukar. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, SANGASANGA – Setelah sukses menggelar Kejuaraan Pencak Silat Merah Putih Cup perdana tahun 2018, Ikatan Pencak (IPSI) Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar kejuaraan yang sama, berlangsung 27 Pebruari 2019 s/d 3 Maret 2019 bertempat di lapangan terbuka Eks MTQ Jl Slamet Riadi, Sangasanga.

Ketua IPSI Kecamatan Sangasaanga Gunawan, mengatakan kejuaraan pencak silat merah putih cup II tersebut akan diikuti oleh 30 perguruan Pencak Silat yang tersebar di 18 Kecamatan se-Kukar.

“Kejuaraan pencak silat tersebut merupakan yang kedua setelah sukses tahun lalu, dan tahun 2019 ini akan diikuti sekitar 30 Perguruan Pencak Silat yang tersebar di Kutai Kartanegara,” kata Gunawan kepada wartakaltim.co melalui handphonenya, Selasa (26/2/2019).

Menurut Gunawan yang juga Camat Sangasanga, menjelaskan tujuan turnamen adalah menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap pencak silat yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia, sekaligus mewujudkan tujuan pembinaan antar sesama perguruan atau klub pencak silat

“Perguruan pencak silat atau olahraga beladiri ini merupakan budaya leluhur nenek moyang yang harus tetap kita lestarikan dan gaungkan kepada generasi muda cinta akan pelestarian budaya salah satunya pencak silat,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Gunawan melalui turnamen kejuaraan pencak silat merah putih Sangasanga Cup akan menggugah rasa simpatik masyarakat terhadap pencak silat sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia, juga  memperkenalkan Sangasanga sebagai kota Wisata Juang.

“Pencak silat mengandung nilai universal didalamnya, patriotik, semangat, percayadiri, kejujuran dan lainnya dan ini perlu kita pertahankan dalam konteks kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Gunawan pihaknya juga memberikan kesempatan bagi pecinta silat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengembangan diri terus berprestasi dalam olahraga.

“Inilah yang kita harapkan kedepannya, para generasi muda dapat memasyarakatkan pencak silat, dan dikenal sebagai olahraga yang berakar dari kebudayaan bangsa, khususnya di Kutai Kartanegara,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Rizalisholikhin mengatakan, gelaran kejuaraan ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga dimaksudkan sebagai pembinaan prestasi pencak silat dan mengarahkan kegiatan kemasayarakatan khususnya  kepemudaan kepada arah yang positif  melalui olahraga.

“Kegiatan ini juga sebagai ajang pembinaan dan peningkatan prestasi bagi setiap anggota perguruan atau klub pencak silat dan mempererat silaturahmi serta persaudaraan, kesetiakawanan serta menjunjung sportifitas bertanding,” katanya.

Diketahui, kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten tersebut akan dihadiri jajaran IPSI Kukar, Dewan Juri/ Wasit se-Kukar.

Adapun kelas yang akan dipertandingkan meliputi kelas usia dini 10 s/d 12 tahun, pra remaja 12 s/d 14 tahun, remaja usia 14 s/d 17 tahun. Kemudian usia dewasa 17 s/d 20 tahun dan kelas bebas beregu usia 20 s/d 30 tahun.

Bagi klub persilatan yang meraih juara umum akan mendapatkan piagam penghargaan berupa Trophy Bergilir, serta sejumlah uang pembinaan. (ekho/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.