Kadis Pariwisata Kukar Sri Wahyuni (Foto: Prokom)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sri Wahyuni menyebutkan Kukar memiliki banyak  destinasi wisata, baik yang disajikan oleh alam, budaya maupun manusia.

Hal tersebut disampaikannya dihadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemitraan DPR RI dengan Kementerian Pariwisata dalam pengembangan potensi wisata sejarah dan budaya dengan tema Potensi Wisata Sejarah dan Budaya Sebagai Daya Tarik Destinasi Kutai Kartanegara, di Hotel Grand Fatma, Kamis (14/3/2019).

Ia mencontohkan beberapa destinasi wisata yang ada di Kukar seperti  Museum Mulawarman, Museum Kayu Tuah Himba, Kawasan bukit Bengkirai, Borneo Orang Utan Survival Samboja, Pantai Tanah Merah Samboja, Planetarium Jagat Raya dan Pulau Kumala.

“Wisata budaya yang dimiliki Kukar juga tak kalah menjadi favorit, salah satunya Festival Erau. Peninggalan Kerajaan Kutai di Museum Mulawarman berikut makam raja-raja Kutai serta situs lesong batu Muara Kaman peninggalan kerajaan hindu tertua di Muara Kaman, dengan daya tarik yang dimiliki Kukar jumlah kunjungan wisata dari tahun ke tahun meningkat secara signifikan,” ujar Sri.

Sri berharap melalui Bintek kemitraan pengembangan potensi wisata dan budaya diKukar, bisa menjadi masukan – masukan berharga didunia kepariwisataan, dalam memajukan dan meningkatkan kunjungan wisatawan lebih banyak lagi.”Semoga kerjasama ini akan terus terjalin dengan baik dan apa yang kita inginkan bisa tercapai demi kemajuan pariwisata diKukar,”harapnya.

Sementara itu,  Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hj Hetifah Sjaifudian mengatakan untuk Indonesia pariwisata sebagai penyumbang PDB, Devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah, jumlah wisatawan mancanegara pada tahun 2018 14,4 juta kurang dari yang ditargetkan 17 juta, tidak tercapainya target adalah dampak dari adanya beberapa bencana, seperti gempa NTB,Palu dan lainnya.

Pada tahun 2016 tambahnya devisa dari sektor pariwisata sebesar 176 Miliar USD dan meningkatkan pada tahun 2017 menjadi 202 Miliar USD.

“Untuk meningkatkan jumlah wisman dan wisnus harus didukung oleh penguatan brand wonderful Indonesia, perluasan promosi, kerjasama terpadu dengan maskapai penerbangan serta percepatan pembangunan infrastruktur pada 10 destinasi pariwisata prioritas,”ungkapnya.

Untuk diketahui tambahnya capaian yang telah dilakukan terkait pengembangan SDM dengan pemberian sertifikasi kompetensi terhadap 30.636 orang, pemberian pelatihan dasar SDM pariwisata kepada 9.100 orang dan sertifikasi usaha pariwisata kepada 13 bidang usaha pariwisata.

Sedangkan permasalahan dan kendala yang dihadapi adalah pemerataan kontribusi destinasi dalam menarik wisatawan terutama mancanegara, keterbatasan seat capacity/ slot penerbangan dan rute penerbangan dari negara asal wisatawan menuju destinasi pariwisata diindonesia.

”Masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas SDM dibidang pariwisata, kemudian perlunya pemerataan optimalisasi dan dukungan infrastruktur dasar, public utilities dan fasilitas pariwisata dan perlunya peningkatan profesionalisme pengelolaan destinasi wisata,”ujarnya.

Ia meminta keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan kepariwisataan dalam wujud alokasi anggaran dan penempatan SDM di struktur Dinas Pariwisata,”Pariwisata adalah primadona dari tahun ketahun, sektor pariwisata menjadi andalan pemerintah dalam memberikan kontribusi positif menggerakan perekonomian nasional, terutama dalam menggerakkan ekonomi lokal,”katanya.

Bimtek tersebut dihadiri dari Kementerian Pariwisata Yudistiro Bayu Aji dan Muhamad Iqbal, Politeknik Pariwisata Palembang Dilla Pratiyudha, Ketua Pokdarwis Sekukar dan penggiat seni di Kukar. (medsi06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.