Inilah Usaha Bumdes Bersinar Desaku Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kukar. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG –  Berdasarkan laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Bersinar Desaku” Desa Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar) Tahun 2018 lalu dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau komunal yang dilakukan secara swadaya dan transparan, berhasil mendapatkan keuntungan Bruto (kotor) sebesar Rp228.628.000,-.

“Pengelolaan PLTS Komunal ini telah mendorong pemberdayaan lembaga perekonomian desa, melalui pembentukan Unit Pengelola PLTS Komunal dibawah BUMDes Bersinar Desaku. Mekanismenya sendiri diatur termasuk unit-unit usaha yang ada di desa terutama dalam menggerakkan usaha ekonomi kerakyatan,” kata Direktur BUMDes Ramsyah, Kamis (21/3/2019).

Menurut Ramsyah, pendapatan tersebut telah tercatat dan dilaporkan secara transparan, mulai Januari terhitung pendapatan Rp20.350.000,- Pebruari Rp22.033.000,-, Maret Rp20.900.000,-, April Rp10.864.000,-, Mei Rp18.443.000,-, Juni Rp19.103.000,-, Juli Rp17.462.000,-, Agustus Rp16.236.000,-, September Rp22.404.000,-, Oktober Rp17.345.000,-, Nopember Rp17.892.000,- dan Desember Rp25.600.000,- dengan total pendapatan Rp228.628.000,- dan total pajak yang dikeluarkan Rp2.286.280,-.

“Ya, dari pendapatan tersebut dikeluarkan biaya umum dan administrasi yakni gaji pengurus total sebesar Rp34.294.200,- dan biaya lain-lain Rp91.451.200,- dengan laba netto (bersih) sebesar Rp102.882.600,-,” sebutnya.

Selain pendapatan dari PLTS Komunal, lanjut Ramsyah juga dari anak usaha seperti budidaya burung walet, usaha air minum isi ulang, TV kabel berbayar, moulding dan pasar desa.

“Alhamdulillah, di unit PLTS dan budidaya burung walet ada peningkatan. Mudah-mudahan unit usaha BUMDes Bersinar Desaku dapat terus berkembang dan memiliki dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Untuk diketahui, penerangan rumah tangga sebelumnya hanya menggunakan genset dan itupun, hanya dinikmati sebagian masyarakat yang mampu saja, karena biaya yang dikeluarkan rata-rata Rp30.000,-/hari dengan jam operasional selama 6 jam/hari.

Seiring kondisi tersebut, Pemkab Kukar melalui Dinas ESDM mencarikan solusi dengan mengalihkan genset dengan membangunkan PLTS dan mendapat dukungan dari Pemprov Kaltim serta Kementerian ESDM yang didanai melalui APBN.

Kehadiran listrik komunal Muara Enggelam yang kini sukses dikelola oleh BUMDes mampu memenuhi ketersediaan listrik selama 24 jam. Untuk 713 jiwa (174 KK) dengan daya masing-masing 350 watt/rumah dengan tarif murah sebesar Rp3.000/hari bagi masyarakat mampu. Kemudian bagi warga yang kurang mampu hanya dikenakan tarif Rp 9,-/Watt/hari.

Selain membangun kepedulian bersama terhadap masyarakat tidak mampu untuk dapat menikmati listrik. KLIK ME juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga aset milik desa sebagai aset milik bersama dengan memberikan penghargaan bagi warga yang melaporkan tindakan pencurian listrik dan sanksi bagi pelanggan yang melakukan pencurian pemakaian listrik. (wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.