Kadiskominfo Kukar Bahteramsyah saat memaparkan Inovasi MEKES pada Ajang Gelar Manajemen Perubahan Generasi III.

WARTAKALTIM.CO, KOMINFO KUKAR – Dalam penyelenggaraan roda pemerintahan wajib hukumnya menyelenggarakan pelayanan publik yang sebaik baiknya kepada masyarakat. Pelayanan publik yang baik dan berkualitas merupakan hak warga negara sekaligus kewajiban konstitusional negara.

Dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika untuk membantu Kepala Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Khususnya pada sektor komunikasi Dinas Kominfo berupaya melakukan berbagai terobosan untuk mengoptimalkan fungsi teknis Kominfo dalam memberikan pelayanan internal dan eksternal pemerintah yang diformulasikan melalui Media Komunikasi Terintegrasi (MEKES).

“Inilah salah satu upaya dalam mengoptimalkan fungsi teknis Dinas Kominfo dengan membuat suatu formulasi terobosan baru dalam membangun sebuah sistem pengelolaan informasi dan komunikasi yang saling menunjang dan terintegrasi. Tentunya ketersediaan sistem tersebut akan memudahkan pelayanan komunikasi dan penyebarluasan informasi yang lebih efektif dan efisien yang diformulasikan melalui Inovasi MEKES,” kata Kadiskominfo Kukar Bahteramsyah dalam Ajang Gelar Manajemen Perubahan Generasi III, disaksikan langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Kukar Sunggono, Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD), serta Tim Reformasi Birokrasi (RB) Pemkab Kukar, di Ruang Serbaguna Bappeda, Tenggarong, Rabu (27/3/2019)..

Menurut Bahteramsyah menjelaskan, MEKES merupakan suatu sarana komunikasi yang terintegrasi dengan menggunakan semua media yang dapat dijadikan sarana komunikasi dan interaksi untuk menyampaikan informasi kebijakan pemerintah dan mendengarkan serta menerima informasi dan menyalurkan aspirasi masyarakat kedalam kebijakan pemerintah, atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator dalam hal ini pemerintah kepada mayarakat untuk membangun persamaan persepsi terhadap kebijakan pemerintah.

“Jadi adanya MEKES ini dapat juga di jadikan sarana sebagai corong atau jendela yang sangat mungkin untuk bisa menyampaikan dan mendengar serta melihat lingkungan yang lebih jauh, penyediaan sarana yang dibarengi pengelolaan informasi untuk membangun opini dan persamaan persepsi masyarakat terhadap kebijakan daerah,” katanya.

Dijabarkan Bahteramsyah, melalui MEKES semua hasil pengelolaan informasi yang akan disajikan pada masyarakat disampaikan sesuai konten dan sarana media yang sudah disiapkan untuk mencakup dan menjangkau semua lapisan masyarakat yakni Sarana MEKES itu sendiri diantaranya, Media Televisi (saluran TV Jejaring Kota Raja Chanel), Media Televisi berjejaring (Bermitra TV Kabel Erutia tanpa biaya/temporer), Media Video (produksi konten), Media Info Grafis, Media Radio ( Radio FM), Media sosial tulis (FB Kominfo Kukar), Media sosial video (Kota Raja Channel).

Kemudian Media Sosial streaming FB RPK Live Tenggarong, Media komunikasi komunitas berbagai event, Media berbasis Internet/website, Kemitraan Media online, TV. Media cetak Internal daln lainnya.

Dibentuknya MEKES ini juga untuk menjawab tantang luasnya rentang kendali wilayah Kutai Kartanegara. Dengan rentang kendali dan kondisi geografi wilayah Kukar yang luasnya mencakup 27.263,10 Km² yang terdiri dari 193 desa, 44 kelurahan dan 18 Kecamatan, dalam penyampaian atau penyebarluasan informasi perlu strategi komunikasi untuk menjangkau wilayah tersebut.

Di Era keterbukaan informasi dan globalisasi di semua sektor yang saat ini sedang berlangsung, dalam penyelenggaran pemerintahaan perlu dilakukan langkah langkah konkrit dalam pengelolaan komunikasi, baik itu komunikasi internal pemerintah maupun ekstetnal pemerintah dan masyarakat.

Tujuannya adalah dengan mengintegrasikan sistem komunikasi melalui multimedia (media cetak, media internet, media elektronik media berbasis internet dan media melalui komunikasi massal atau komunitas serta media jejaring melalui berbagai sarana media sosial) akan lebih mudah dalam penyampaian pesan dalam waktu bersamaan secara tepat waktu, efisien dan efektif.

“Inilah pentingnya Media & Komunikasi, Bagai Dua Sisi Mata Uang Yang Tidak Bisa Dipisahkan. Artinya, media atau alat komunikasi sangat berperan dalam menjalankan roda pemerintahan terutama sebagai sarana untuk memberikan informasi dan membangun kesamaan persepsi terkait kebijakan pemerintah dan mendapatkan umpan balik dari masyarakat dalam proses penhambilan keputusan,” ujarnya.

Ditambahkan Bahteramsyah, hal tersebut juga sejalan dengan Regulasi dalam rangka meningkatkan amanat UU No. 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah khususnya pada urusan wajib wajib pemeritah daerah bidang komunikasi dan informatika sebagai pelaksana kewenagan urusan wajib yang harus dilaksanakan pemda melalui opd melalui Program pengelolaan informasi dan kominiasi publik serta InpreInstruksi Presiden (Inpres) Nomor 9/2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik yang menginstruksikan peran Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk mengkoordinasikan komunikasi publik Pemerintah kepada masyarakat.

“Semoga dengan kemunculan inovasi MEKES yang sudah dirancang oleh Bidang Pengelolaan Kebijakan Publik (PKP) akan mendorong terwujudnya sistem komunikasi massal termasuk jejaring berbagai sarana media sosial akan berjalan dengan baik, tepat waktu, efesien dan efektif,” jelas Bahteramsyah mengakhiri. (Adv/Dinas Kominfo Kukar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.