Foto: Prokom

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Aparat Desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan, tokoh agama, masyarakat, organisasi pemuda serta sejumlah elemen masyarakat Desa Loa Duri Ilir kecamatan Loa Janan melakukan deklarasi Desa Pelopor tentang penolakan politik uang, politisasi sara dan hoax pada Pemilihan Umum serentak Tahun 2019.

Deklarasi itu disaksikan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Komisioner  Bawaslu RI Fritz Edward Siregar, Ketua Bawaslu Kaltim,Ketua Bawaslu Kukar, Ketua DPRD Kukar Salehuddin S.Fill, Forum Koordinasi Pimpinan daerah, tokoh agama, masyarakat serta sejumlah dinas instansi terkait lainnya, Kamis (28/3) di Komplek Perkantoran Desa setempat.

Deklarasi itu dipimpin oleh Fakhri Arsyad Kades Loa Duri Ilir. Adapun isi deklarasi tersebut adalah “Kami warga Desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara berikrar , pertama berperan aktif menyuksekan Pemilihan Umum Tahun 2019 yang adil dan berintegritas demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua menolak politik uang , politisasi sara, dan berita hoax ,fitnah yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan bangsa. Ketiga membudayakan  atau menyaring sebelum menyebarkan  semua informasi yang diterima. Kelima menjaga nama baik dan martabat Desa Loa Duri Ilir sebagai Desa Pelopor tolak politik uang , politisasi sara dan berita hoax.

Fakhri mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini dalam rangka pembelajaran politik yang benar dan bertanggung jawab, karena pembangunan politik merupakan bagian integral dari pembangunan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan budaya politik nasional. (medsi04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.