(Foto: Prokom)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara Sri Wahyuni secara resmi membuka Festival Budaya Maluhu dalam rangka hari jadi kelurahan Maluhu ke-49, Minggu (31/3) lalu di halaman Kantor Lurah Maluhu, Tenggarong.

Rangkaian hari jadi Maluhu tersebut digelar 31 Maret 2019 hingga 27 April 2019 di Lapangan Sasana Krida Bhakti Kelurahan Maluhu.

Pada kesempatan itu, Sri Wahyuni juga membuka Bazar murah yang diadakan di Lapangan Sasana Krida Bhakti Kelurahan Maluhu.

Kegiatan yang biasa dilaksanakan sejak tahun 1970 itu menampilkan kesenian Kuda Lumping, Campur Sari, Reog Ponorogo, Tari Kreasi Anak. Pada malam harinya, Resepsi dimeriahkan 49 Tumpeng dan tablig Akbar serta Pawai Budaya. Selain itu juga dilaksanakan turnamen bola volly, Futsal, bulutangkis, jalan santai, Burung Berkicau dan Kontes dangdut serta Bazar Murah.

Dalam sambutan Bupati Kukar yang di bacakan oleh Kadis Pariwisata Sri Wahyuni mengatakan bahwa penyelenggaraan Festival budaya bukan hanya sekedar perayaan atau hiburan namun terdapat makna penting di dalamnya yaitu membangun kehidupan masyarakat yang berbudaya. Ragam budaya sesungguhnya menjadi sebuah kekuatan bersama untuk membangun daerah dan membangun bangsa.

Sri Wahyuni juga menyampaikan budaya merupakan Aset bangsa untuk itu marilah menjaga dan melestarikanya serta junjung tinggi nilai –nilai budaya.
Terkait dengan hal tersebut tambah Sri, pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama –sama DPRD Kukar telah mengesahkan peraturan daerah nomor 4 tahun 2018 tentang pemajuan kebudayaan dan identitas daerah. Dengan perda ini, pemerintah daerah diamanatkan untuk melakukan pembinaan budaya nusantara yang tumbuh dan berkembang di daerah selain budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

Ia juga sangat mengapresiasi pelaksanaan Festival Maluhu tersebut karena selain menampilkan budaya khas masyarakat Mahulu juga menampilkan kesenian daerah Kutai. “Tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai perbedaan yang ada dimasyarakat dapat disatukan dengan hadirnya budaya,” katanya.

Seni budaya dapat membawa atmosfer kesejukan dan budaya saling menghormati karena budaya merupakan sebuah hasil karya, cipta dan rasa yang diwariskan turun temurun

Menurut Sri, festival Budaya Maluhu sudah menjadi bagian dari kalender Event daerah Kutai Kartanegara dan setiap event dalam kalender event daerah menjadi representasi dan potret Kukar dengan berbagai keunikan dan keragaman wilayahnya. Kedepan, ragam pengayaan konten festival akan menjadi tantangan tersendiri agar pelaksanaan festival tetap menjadi atraksi wisata yang ditungu-tungu dan menarik dari tahun ketahun.

Diakhir Sri berharap, festival seperti ini bisa menjadi magnet bagi pengunjung untuk datang menyaksikan apresiasi seni budaya dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.(medsi03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.