Direktur Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI Dr. Muhammad Hasbi, Kepala BP PAUD Dikmas Kaltim Romansyah , Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setprov Kaltim Muhammad Sa’bani, memukul gong tanda dimulainya acara. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, SAMARINDA – Perkembangan globalisasi yang kini sudah tidak terbendung, terlebih memasuki Era Revolusi Industri 4.0 yang menekankan pada perkembangan teknologi digital ekonomi sebagai penomena inovation.

Menghadapi tantangan tersebut Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rakor terkait kebijakan dan program bersama dinas pendidikan kabupaten/kota dan lembaha mitra lainnya dengan tema ‘Sinergi dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu PAUD dan Dikmas’.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setprov Kaltim Muhammad Sa’bani yang berlangsung di Hotel Midtown, Rabu (10/4/2019).

“Saya menyambut baik atas digelarnya rakor tersebut sebagai upaya menghadapi era revolusi industri 4.0 yang saat ini sudah berkembang pesat, terutama dalam peningkatan mutu pendidikan PAUD di Kaltim,” kata Sa’bani membacakan sambutan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.

Menurut dia, peningkatan mutu dengan berbagai model apa pun yang terpenting mengarah kepada pembinaan yang lebih luas, agar anak-anak terbentuk karakter moralnya dan kualitasnya.

“Saya juga mengapresiasi para Kepala Bidang yang menangani PAUD dan Dikmas, lebih mandiri dalam pengembangan mutu pendidikan di Kaltim,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI Dr. Muhammad Hasbi dalam sambutanya mengatakan, keluarnya Undang-undang (UU) No. 23/2014 membagi kewenangan pemerintah menjadi tiga yaitu kewenangan yang bersifat Absolut, konkuren dan kewenangan yang bersifat umum.

“Ya, melihat perhatian pemerintah terhadap perkembangan penddikan PAUD sudah terasa di Kaltim, dengan adanya peningkatan sumber pembiayaan yang tidak hanya bersumber dari APBN melainkan dari Pemprov Kaltim serrta dunia usaha melalui CSR ,” katanya.

Ia juga menyebutkan syarat menjadikan PAUD berkualitas yakni harus memenuhi 8 standar nasional.

“Saya berharap BP PAUD dan Dikmas Kaltim yang bertugas sebagai penjaga dalam kualitas dan kuantitas PAUD dapat menjalankan tupoksinya sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Ditambahkan Ketua Panitia Gatot Iirianto tujuan dari rakor tersebut adalah mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran tahun 2018 dan menghimpun data dari kabupaten/kota yang berhubungan dengan arah pelaksanaan kegiatan PAUD dan Dikmas 2019.

“Kegiatan ini diikuti 60 orang peserta terdiri Kabid dan Kasi dari Kabupaten/Kota Kaltim dan Kaltara, organisasi Mitra dan undangan lainnya berlangsung hingga 12 April 2019 mendatang,” katanya. (ekho/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.