Beginilah antusias peserta kesetaraan Paket C mengikuti UNBK di SPNF SKB Tenggarong. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebuah terobosan dan inovasi baru terus dilakukan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tenggarong, memberikan layanan akses yang luas bagi proses pembelajaran kesetaraan bagi warga belajar non formal, hingga mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri.

Bahkan terlihat pada Jumat (12/4/2019) bertempat di ruang ujian SPNF SKB Tenggarong Jl. Kauman No.1 Tenggarong Seberang, sebanyak 42 peserta warga belajar Paket C setara SMA, bersiap-siap mengikuti UNBK.

“Alhamdulillah, sebanyak 42 peserta warga belajar paket C dari berbagai kalangan masyarakat turut mengikuti UNBK perdana di SPNF SKB Tenggarong,” kata Kepala SPNF SKB Tenggarong Lamidi, S.Pd didampingi mantan Kepala SPNF SKB Tenggarong Bukhori.

Menurut Lamidi, SPNF SKB merupakan organ tubuh Pemkab Kukar dalam mendongkrak detak jantung pemerintah dalam pemberantasan buta aksara dan memerangi kemiskinan di kalangan masyarakat.

“SPNF-SKB ini, salah satu lembaga instalasi pendidikan nonformal di Kabupaten Kukar, menjadi sebuah modal berharga bagi masyarakat. Kedepannya kita terus dorong agar masyarakat banyak menuntu ilmu dan ketrampilan sehingga dapat mengangkat derajat menuju sejahtera,” ujarnya.

Ditambahkan dia, terbukanya segala akses dan peluang mengangkat kecerdasan masyarat melalui pembekalan keterampilan dan lain, mengarah kepada kreatifitas menciptakan usaha dan  serta lapangan pekerjaan secara mandiri.

“Tantangan SPNF SKB kedepannya juga harus mampu mengimbangi globalisasi digital, salah satunya memberikan keterampilan dan kreatifitas bagi semua peserta kesetaraan, menjadi modal penting dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan dimasa mendatang,” harapnya.

Diketahui, sebelumnya UNBK bagi warga belajar kesetaraan SPNF SKB Tenggarong masih menumpang ujian di sekolah formal, namun saat ini sudah mampu membuktikan dan memiliki fasilitas yang memadai dalam pengembangan kualitas dan mutu warga belajar secara mandiri. Bahkan pesertanya sudah mencapai 300 orang, terdirid ari paket A (setara SD), B (Setara SMP) dan Paket C setara SMA. (ekho/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.