Dua belas peserta BSBI 2019 saat berfoto bareng dengan Bupati Kukar Edi Damansyah, Kadis Pariwisata Kukar Sri Wahyuni dan pimpinan Ketua Yayasan Gubang, Ancah di Depan Kantor Bupati Kukar, Tenggarong. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menerima 11 peserta negara asing Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, di Ruang Kerjanya, Kantor Bupati, Tenggarong, Senin (13/5/2019).

Kesebelas negara tersebut yakni Portugal, Serbia, Jerman, Kolombia, Azarbaijan, Bangladesh, Fiji, Kiribati, Vietnam, Filipina, dan Kamboja, ditambah seorang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) mewakili Indonesia.

“Selamat Datang di Kutai Kartanegara. Semoga betah, kalian semua merupakan bagaian dari keluarga besar masyarakat Kukar. Silahkan pelajari adat istiadat budaya Kutai, dan jangan lupa belajar bahasa Kutai,” kata Edi Damansyah saat menyambut hangat, ditandai dengan menyalami satu persatu peserta BSBI.

Menurut Edi, kehadiran peserta BSBI 12 negara termasuk Indonesia akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kukar, terutama dalam memotivasi pelajar-pelajar yang ada di Kukar berbagi pengalaman.

“Saya juga mengapresiasi kepada Kemenlu RI yang sudah mempercayakan Kukar kedua kalinya dalam program BSBI, sebagai tujuan belajar siswa mancanegara. Dari program ini saya berharap kebanggaan dan tradisi adat istiadat budaya ini terus dilestarikan dan menjadi perhatian dunia internasional,” kata Edi Damansyah yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sri Wahyuni.

Sementara itu Kasubid Ekonomi dan Pembangunan Kemenlu RI Wahono Yulianto mengatakan peserta program BSBI akan belajar seni budaya daerah di Kukar selama 3 bulan kedepan.

“Ya, ini merupakan kedua kalinya Kukar melalui Yayasan Gubang menjadi lokus BSBI dipercaya menjadi mitra Kemenlu bersama 5 daerah lainnya, yakn Padang, bali, Yogyakarta, Banyuwangi dan Makassar,” katanya.

Ditambahkan Kadispar Sri Wahyuni, selama 3 bulan ke depan, peserta negara asing akan belajar bahasa Indonesia. Kemudian tarian dan musik daerah, kearifan lokal. Termasuk mempelajari potensi sawit ramah lingkungan di Kota Bangun hingga atraksi wisata dan budaya.

“Peserta juga akan turut serta dalam program cultural exchange night, saat Festival Kota Raja (FKR) dalam memperingati HUT Kota Tenggarong dengan menampilkan kesenian dari negara masing-masing dan berganti baju untuk mempersembahkan kesenian musik daerah Kutai dan Dayak, tarian jepen, gantar dan belian dari tari dayak Benuaq,” jelasnya. (wan/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.