Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah saat meninjau langsung bencana banjir dan tanah longsor. (Foto: Deden)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebanyak 16.385 jiwa atau 5.386 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana Banjir dan Tanah Longsor yang terjadi di Kota Raja Tenggarong dan sekitarnya.

Data tersebut dipaparkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Rapat Tim Posko Penanganan dan Penanggulangan Bencana, dihadiri Dinas Instansi terkait, di Ruang Rapat BPBD Kukar, Selasa (12/6/2019) pagi.

Rapat Tim Posko Penanganan dan Penanggulangan Bencana. (Foto: Istimewa)

“Jumlah warga yang terdampak dari banjair dan tanah longsor tanggal 9 Juni 2019 pukul 05.00 Wita, sebanyak 5.386 Kepala Keluarga (KK) dan 16.385 jiwa, terjadi di Kecamatan Tengagrong dan Tenggarong Seberang.

Adapun tanah longsor terjadi di 10 titik yakni, Jl Bengkuring, Loa Ipuh. Gunung Sentul, Kelurahan Melayu. Waduk Panji Sukarame Kelurahan Panji. Karang Tunggal Kecamatan Tenggarong Seberang, Jl. Lai Rt  Kelurahan Panji. Jl. Kencana Rt 3 Desa Perjiwa, Tenggarog Seberang. Jl. Gunung Belah (TPA/Tempat Pembuangan Akhir) Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong. Jl. Ahmad Dahlan Kelurahan Panji, Tenggarong, Gunung Belah dan Jl. Danau Lipan, Kelurahan Melayu.

“Upaya tindak lanjut penanganan dengan melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait. Menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC), membantu mengevaluasi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Untuk diketahui, pernonil yang turunkan yakni, BPBD 40 orang, Dinas Sosial 10 orang, Satpol PP, Anggota TNI dan Polri, Reaksi Lokal Komunikasi Betulungan dan lainnya.

Kebutuhan yang diperlukan berupa sembako yakni beras, mie instan, lauk pauk, sayuran, telor, minyak goreng, gula, teh, susu. Kemudian selimut, terpal dan tikar. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.