Bupati Kukar Edi Damansyah saat melakukan peninjauan tanah longsor terdampak rumah warga di Jl Bengkuring, Loa Ipuh, Tenggarong. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari lalu yang melanda Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) mengakibatkan sebagain wilayah mengalami kebanjiran dan tanah longsor. Jumlah terdampak bencana banjir dan longsor sekitar 16.385 jiwa atau 5.386 Kepala Keluarga (KK) terjadi di 2 (dua) kecamatan yakni Tenggarong dan Tengarong Seberang (Data Ekspose BPBD Kukar).

Inilah kondisi rumah di Jl. bengkuring, RT 39, Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong roboh diterjang longsor. Foto Irwan

Bahkan pemkab Kukar sendiri dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor sudah dilakukan dengan cepat, hingga menetapkan status bencana darurat selama 3 hari dan berakhir pada Rabu (12/62019) pukul 24.00 Wita malam tadi.

Baca juga: 16.385 Jiwa Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Tenggarong

Sebelum berakhirnya tanggap darurat, Bupati Kukar Edi Damansyah beberapa kali meninjau kondisi bandir dan tanah longsor, salah satunya di Jl. Bengkuring Rt 39, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Rabu (12/6/2019) siang.

Dilokasi tersebut nampak beberapa rumah yang berdiri diatas lereng ruas jalan mengalami rusak parah akibat tanah longsor, warga yang terdampak pun memilih meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri dan mengungsi di rumah sanak keluarga terdekat.

Bupati Edi Damansyah yang tiba dilokasi juga diguyur hujan lebat, Ia pun sempat menghampiri warga terdampak tanah longsor dengan menyalaminya warga satu persatu.

“Ibu, yang sabar ya, kita terus berupaya agar rumah yang terdampak ini kembali normal,” kata Edi didampingi oleh beberapa kepala dinas instansi terkait seperti Kadis Pekerjaan Umum (M. Yamnin-red) dan lainnya.

Tidak hanya itu, Edi juga menegaskan bahwa melihat kondisi tanah dan bangunan rumah yang berada di pengunungan, tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan taksasi (taksiran harga).

“Ya, saya melihat ada 4 rumah yang terdampak longsor, bisa saja nantinya dilakukan taksasi. Saya minta dinas terkait untuk melakukan update data dan informasinya, warga yang terdampak longsor tersebut masuk dalam kategori pra sejahtera,” ujarnya.

Ditambahkan Edi, prioritas program bedah rumah sendiri menyasar bagi keluarga pra sejahtera.

“Saya minta dinas PU bekerja keras dalam melakukan update data dan menghitung taksiran nilai rumah sesuai standar. Bagi warga pra sejahtera sendiri dapat dimasukkan di pusat data terpadu program bedah rumah, sehingga dalam perencanaan bedah rumah betul-betul tepat sasaran dan berjalan baik,” demikian jelasnya. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.