Beginilah giat warga gotong royong membersihkan enceng gondok salah satu penyebab tersumbatnya aliran sungai Palajawan di desa Tanung Batu Tenggarong Seberang. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya terjadi sejak Minggu (8/6) pukul 01.15 Wita, mengakibatkan terendamnya sejumlah permukiman warga.

Hal tersebut disampaikan Pj Kepala Desa (Kades) Tanjung Batu Tenggarong Seberang Muhammad Nasir melalui laporan tertulisnya terkait Bencana Banjir di desa Tanjung Batu, Rabu (12/6/2019).

Dalam laporan itu,  banjir juga disebabkan oleh drainase yang  kurang terawat dan tertutupnya aliran sungai Palajawan oleh Enceng Gondok (tumbuhan air yang mengapung) menyebabkan meluapnya air ke sejumlah permukiman dan lahan serta sawah warga terdampak seperti desa Tanjung Batu,  Bukit Raya, Karang Tunggal, Manunggal Jaya, Bangun Rejo dan desa Loa Lepu.

“Meluapnya sungai Palajawan Tanjung Batu, disertai tersumbatnya aliran air oleh enceng gondok merupakan salah satu yang menyebabkan banjir terdampak di 6 desa Tenggarong Seberang,” katanya.

Baca juga:

Cegah Banjir, Bupati Kukar Instruksikan OPD Hingga Masyarakat Bersihkan Drainase

4 Rumah di Bengkuring Roboh Akibat Longsor, Bupati Kukar Upayakan Taksasi

16.385 Jiwa Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Tenggarong

Dijelaskannya, dampak bencana banjir di desa Tanjung Batu sendiri, korban jiwa nihil, pengungsi juga nihil hanya kerusakan bangunan sebanyak 8 jembatan dan 2 rumah warga.

“Upaya yang dilakukan dengan giat gotong royong, pembersihan tumpukan enceng gondok yang menghambat aliran air sungai Palajawan dilakukan oleh jajaran desa tanjung batu, muspika, perusahaan PT CFK (cahaya Fajar Kaltim) serta desa tetangga yang terdampak,” ujarnya.

Adapun kebutuhan yang mendesak tambah Muhammad Nasir membutuhkan  setidaknya 3 unit alat berat untuk membersihkan eceng gondok yang menghambat aliran air di sungai palajawan, penambahan anggota basarnas (BPBD) dan pembuatan jembatan gorong-gorong pembuangan air yang melintas di jalan CFK.

“Inilah yang dibutuhkan dengan segera, sehingga keberadaan enceng gondok yang menghambat aliran air sungai Palajawan dapat kembali normal dan tidak meluap ke permukiman warga,” jelasnya. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.