Foto: Humas PHM

WARTAKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan dukungan SKK Migas Kalsul dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku perusahaan induk, mengadakan program Cooperative Education Program (COOP) angkatan ke-31.

Executive Vice President Operations and East Kalimantan District Manager PHM, Sunaryanto, mengatakan COOP adalah salah satu program CSR dari PHM di bidang pendidikan, khususnya para mahasiswa Kaltim.

“Ya, pengetahuan dasar yang didapat para mahasiswa di bangku perkuliahan, nantinya bisa mempraktekkan langsung di dunia kerja melalui program COOP selama 6 bulan kedepan,” kata Sunaryanto, Senin (1/7/2019).

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan efek positif terhadap mahasiswa terutama yang telah dinyatakan lulus seleksi.

“Seleksi yang dilakukan benar-benar profesional sesuai standar tes masuk kerja. Mahasiswa yang telah lulus seleksi diberikan kesempatan untuk belajar dan menujukkan kualitas dan kapasitasnya menuju dunia kerja yang sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu, Suripno selaku Kepala Divisi Sustainable Development and Societal PHM mengatakan, selain kegiatan COOP, banyak program lain di bidang CSR yang masuk dalam bidang pendidikan seperti peningkatan kapasitas guru, fasilitas pendidikan, pemberian beasiswa di sekitar wilayah kerja (WK) Mahakam.

“Tahun 2019 ini, ada 116 program CSR yang akan disebar di WK Mahakam. Dan akan ada 100 beasiswa yang diberikan. Insya Allah kegiatan COOP ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai bagian dalam mendukung program pemerintah untuk Sustainable Development Goals (SDGs),” katanya.

Ditambahkan Manajer Senior Humas SKK Migas Kalsul, Sebastian Julius mengapresiasi atas program COOP yang telah berjalan sejak tahun 2003 hingga kini sudah memiliki 31 angkatan. Program COOP juga merupakan bagian dari tanggung jawab industri hulu migas dalam meningkatkan kapasitas dari masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Kami menargetkan adik-adik mahasiswa yang masih di bangku perkuliahan di wilayah Kaltim. Saya juga berharap program ini tidak berhenti sampai disini dan terus dijalankan sehingga seluruh KKKS bisa ikut berkontribusi,” harapnya.

Diketahui, tahapan seleksi COOP tahun 2019 diikuti 161 peserta dari berbagai universitas di Kaltim. Diantaranya Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, STT Migas Balikpapan, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Politeknis Negeri Samarinda (Polnes).

Proses seleksinya sendiri dimulai sejak April lalu, kini menyisakan 25 orang peserta yang dinyatakan lulus seleksi, seperti seleksi administrasi, tes psikologi, Bahasa Inggris dan wawancara. (wkc/phm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.