Ketua Tim PKK Kukar Maslianawati Edi Damansyah bersama Kepala BP-PAUD dan Dikmas Kaltim A Romansyah saat melaunching desa vokasi di Kedang Ipil Kota Bangun. (Foto: Bukhori)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menunjuk Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai desa Vokasi yang merupkan program Kemendikbud dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dilandasi nilai budaya dan pemanfaatan potensi lokal.

Launching desa Vokasi sendiri dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kukar Maslianawati Edi Damansyah didampingi Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Kaltim A Romansyah mewakili Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud RI, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Hifsi G Fachrannas melalui Kabid PAUD Non Fornal dan Informal Maria Ester, di Halaman Balai Pertemuan Umum (BPU) desa Kedang Ipil, Selasa (9/7/2019).

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kukar Maslianawati mengapresiasi atas ditunjukkan Kedang Ipil sebagai desa vokasi yang bertujuan untuk meningkatkan peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Desa vokasi ini diubah menjadi kawasan yang mempu mengembangkan berbagai layanan pendidikan keterampilan dan kelompok-kelompok usaha baru serta menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan produk baik jasa, karya lain yang bernilai ekonomis,” katanya.

Selain itu kata Maslianawati, desa vokasi juga sebagai lanjutan dan memperluas pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan untuk melakukan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, alam sekitar serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia usaha.

“Jadi tujuan desa vokasi ini sudah jelas yaitu untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat, sejahtera, mandiri dan berkeadilan, ujarnya.

Sementara itu Kepala BP-PAUD dan Dikmas A Romansyah mengapresiasi atas dillaunchingnya desa vokasi yang merupakan program pemerintah melalui Kemendikbud membina lembaga Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada diseluruh Indonesia termasuk yang ada Kutai Kartanegara.

“Peserta desa vokasi diharapkan dapat mandiri dan mampu mengaplikasikan skills-nya untuk menggali dan mengembangkan potensi desa yang unggul sesuai kearifan lokal terutama dalam peningkatan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Ditambahkan Kadisdikbud Kukar Hifsi G Fachrannas melalui Kabid PAUD Non Fornal dan Informal Maria Ester mengatakan bahwa desa vokasi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, dalam pelatihan terintegrasi berbagai program kegiatan lainnya.

“Kegiatan ini melibatkan 250 peserta dan 5 lembaga penyelenggara berlangsung selama tiga bulan, dengan program GP3M (Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal) serta seminar dan pameran promosi dari hasil keterampilan dari desa vokasi dan PKH-P (Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan),” jelasnya. (ekho/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.