Bupati Kukar Edi Damansyah saat menghadiri perayaan sedekah bumi di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong. (Foto: Margini)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Ratusan warga masyarakat Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) berbondong-bondong memadati lapangan bola Kelurahan Bukit Biru, untuk merayakan rasa syukur atas rezeki yang didapat dengan menggelar Sedekah Bumi, Rabu (10/7/2019) malam.

Kegiatan sedekah bumi yang dihadiri Bupati Kukar Edi Damansyah bersama pejabat teras pemkab Kukar tersebut, turut menyaksikan sajian tumpeng raksasa yang dipenuhi dengan hiasan serba hasil pertanian warga setempat yang diletakkan di ditengah-tengah lapangan bola, menambah kemeriahan dan menarik perhatian para pengunjung.

Dalam kegiatan itu, Bupati Kukar Edi Damansyah mengapresiasi kepada seluruh masyarakat kelaurahan Bukit Biru, tokoh agama dan lainnya yang sudah menjaga tradisi leluhur secara turun temurun dari nenek moyang dengan menyelenggarakan sedekah bumi.

“Sedekah bumi yang sudah berlangsung 3 tahun berturut-turut, menjadi salah satu budaya yang ada di tanah Kutai dan memang harus terus dilestarikan dengan baik,” katanya.

Menurut Edi, sedekah bumi juga tidak hanya dilakukan warga Bukit Biru, melainkan di beberapa kecamatan Kukar juga telah terlaksana dengan baik.

“Iya, esensi dasar dari sedekah bumi adalah salah satu cara kita mensyukuri nikmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kita bumi yang subur nan kaya raya,” ujarnya.

Dia berharap melalui sedekah bumi tersebut, tetap mensyukuri atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT.

“Mudah-mudahan melalui sedekah bumi ini, kita terus mensyukuri nikmat Allah. Sebagaimana janji Allah SWT Al-quran yang artinya, ‘Sesungguhnya jika kami bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepada mu, dan jika kamu mengingkari  (nikmat-Ku) maka sesuangguhnya azab-Ku sangat pedih’,” kata Edi mengutif ayat Al-Quran Surah Ibrahim Ayat 7.

Ditambahkan Edi, sedekah bumi juga tidak lepas dari interaksi sosial masyarakat, karena interaksi sosial melibatkan banyak orang, sehingga mempunyai hubungan timbal balik antara pelaku dan upacara yang akan dilakukan, serta unsur-unsur yang mendukungnya.

“Ini menunjukkan adanya gotong royong dan kerjasama yang menjadi salah satu ciri khasnya Kukar. Saya mengajak kepada semua masyarakat agar mengambil hikmah dari sedekah bumi, bahwa alam akan ‘ramah’ dengan kita, jika kita pun ‘ramah’ pada bumi. Oleh sebab itu sepatutnyalah kita memperlakukan bumi dengan baik, karena hidup kita bergantung pada bumi dan kelak akan kembali ke bumi,” ajak Edi yang diakhiri dengan syukuran, bersama-sama menikmati sajian hasil bumi. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.