Suasana Wakil Gubernur Buka Rakor Capil Se-Kaltim (Medsi)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Hadi Mulyadi membuka Rakor Forum Penyelenggaraan Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Kaltim Tahun 2019 di Pendopo Odah Etam, Rabu (10/7/2019).

Dalam sambutan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan guna meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan konsolidasi penyelenggaraan administrasi kependudukan adalah menyatukan pandangan dan kesatuan langkah pihak-pihak terkait dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Sinkronisasi persyaratan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil dengan instansi terkait penting, sehingga dapat mengurangi permasalahan yang timbul dalam pemrosesan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil,” kata Hadi Mulyadi.

Lebih lanjut Hadi Juga mengatakan sangat mendukung program Dukcapil Go Digital menurutnya pelayanan melalui digital tersebut dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal dan lebih cepat sesuai mekanisme administrasi.

“Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mendukung penuh program Dukcapil Go Digital, tentunya perlunya kerja keras, kerja ikhlas, fokus, cinta dan berdoa dalam melaksanakan pekerjaan maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hadi.

Kemudian Sambutan Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah H Sunggono mengatakan, program Go Digital merupakan salah satu program pemerintah dalam menanggulangi maupun mengurangi permasalahan yang timbul dalam pemrosesan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

“Rakor Forum Dukcapil diharapkan dapat mensinkronisasikan persyaratan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil dengan instansi terkait, sehingga dapat mengurangi permasalahan yang timbul dalam pemrosesan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil,” kata H Sunggono.

Lebih lanjut H Sunggono juga mengatakan Berdasarkan pemantauan dalam pelaksanaan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, banyak ditemukan di lapangan bahwa para pelaksana administrasi kependudukan dan pencatatan sipil kerap kali menemukan kendala dan masalah. Cukup banyak dari permasalahan tersebut yang dapat diselesaikan melalui mekanisme yang mudah, sederhana dan singkat, namun tidak jarang bila dikarenakan kompleksitas permasalahan, konflik kewenangan, maupun ketidakjelasan peraturan perundangan sehingga menyebabkan penyelesaiannya harus di bawa kepada forum yang lebih tinggi melalui pemerintah provinsi maupun fasilitasi yang dilakukan oleh Kemendagri.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah tentunya agar dapat berkomukasi secara berkala tentang kebijakan layanan Dukcapil, termasuk penilaian kinerja pejabat Dukcapil sehingga nantinya pejabat yang duduk dijajaran Disdukcapil benar benar pejabat yang mumpuni sebagai pelayan masyarakat sehingga amanat UU Dasar 1945 benar benar dirasakan masyarakat, bahwa negara hadir pada setiap warga negaranya benar benar dirasakan,” ujar H Sunggono.

Lanjutnya, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, sudah semestinya pelayanan administrasi kependudukan juga dituntut untuk menyesuaikan dan  menyiapkan pendukung pelayanan, salah satunya layanan pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan media sosial.

“Program Go Digital merupakan salah satu program pemerintah yang dapat memberikan pelayanan penerbitan dokumen kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota, tentunya prosedur, waktu dan persyaratan pelayanannya serta adanya SOP yang jelas juga dapat  meningkatkan kompetensi aparatur dan sarana pendukung untuk mempercepat pelayanan,” ujarnya.

H Sunggono berharap dari pelaksanaan Rakor Forum Penyelenggara Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi dan Kab/Kota Se-Kaltim Tahun 2019 akan melahirkan rekomendasi dan keputusan yang strategis dalam rangka peningkatan pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kab/Kota Se-Kaltim.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis. (Medsi 02)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.