Peserta Lokakarya Nasional Penelitian Tindakan Kelas, Kolaborasi Guru dan Dosen, sedang berdiskusi mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran yang akan mereka teliti secara kolaboratif. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, JAKARTA – Tanoto Foundation melalui Program PINTAR atau pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran memulai program kolaborasi guru dan dosen dalam memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

Kolaborasi tersebut dilakukan dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melibatkan 20 dosen dari 10 LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan 20 guru dari 20 sekolah dan madrasah mitra/lab LPTK, dalam Lokakarya Nasional PTK di Jakarta.

Direktur Program PINTAR Stuart Weston, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mensinergikan peningkatan mutu sekolah dan madrasah dengan LPTK sebagai lembaga penghasil guru. Para dosen difasilitasi turun ke sekolah dan madrasah bekerja sama dengan para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

“Mereka bisa bekerja sama dalam mengidentifikasi dan memecahkan bersama masalah pembelajaran. Kolaborasi ini efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran baik di sekolah maupun LPTK,” kata Stuart Weston, Selasa (16/7/2019).

Sementara itu Prof. Dr. Hari Amirullah Rachman selaku Tim Penilai Angka Kredit Guru, Kemendikbud RI yang menjadi salah satu fasilitator kegiatan menyebut, masih banyak guru yang kesulitan melakukan PTK. Kebanyakan guru juga perlu diperkaya dengan teori-teori pembelajaran untuk mendukung pemecahan masalah pembelajaran.

“Melalui kolaborasi PTK ini, dosen dapat memperkuat guru dalam menerapkan teori pembelajaran yang relevan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran yang dihadapi guru,” katanya

Dikatakan juga Dr. Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti, sejalan dengan kebijakan Kemenristekdikti pihaknya terus melakukan kemitraan dalam pengembangan sumber daya manusia khususnya memcahkan berbagai persolalan pembelajaran di sekolah

“Kami mengembangkan kemitraan LPTK dengan sekolah mitra atau sekolah lab melalui program PDS (penugasan dosen di sekolah). Program PDS ini relevan dengan kegiatan kolaborasi guru dan dosen dalam melaksanakan PTK untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Perkuat Interaksi Sosial Siswa di Kelas Besar

Kolaborasi guru dan dosen ini mulai memperlihatkan hasil. Christie Stephanie Piar, dosen FKIP Universitas Mulawarman, dan Noriska Rahmadiani, guru kelas V SDN 005 Samarinda, Kalimantan Timur, yang berkolaborasi dalam PTK ini, telah mengidentifikasi masalah pembelajaran yang terjadi di kelas.

Menurut Christie, setelah mengamati proses pembelajaran di kelas V, jumlah siswa di kelas Ibu Noriska sangat besar, yaitu ada 40 siswa. Mereka juga masuk siang karena rombel yang harus berbagi dengan kelas lainnya. Pembelajaran juga lebih banyak ceramah yang dilakukan oleh guru sehingga membuat mayoritas siswa cenderung pasif, mudah hilang konsentrasi, bahkan sering mengantuk.

“Kami berencana meningkatkan interaksi sosial siswa kelas V dalam pembelajaran IPS. Para siswa akan difasilitasi belajar di kelompok-kelompok kecil untuk belajar secara kooperatif. Kami juga menerapkan unsur pembelajaran aktif MIKiR atau mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi. Melalui penerapan MIKiR, kami berupaya memfasilitasi siswa untuk belajar lebih aktif lagi melalui kegiatan interaksi dengan teman-teman sekelompoknya,” kata Christie menceritakan rencana PTK yang dia lakukan bersama guru dampingannya.

Sementara Fibrika Rahmat Basuki, dosen Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi, menyebut kegiatan ini merupakan terobosan dalam meningkatkan kerja sama antara LPTK dengan sekolah mitra.

”Kami selaku dosen bisa mendapatkan pengalaman terjun langsung ke sekolah untuk mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran dan menemukan pemecahannya bersama guru. Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi kami dalam memberikan perkuliahan yang kontekstual bagi mahasiswa calon guru,” tukasnya.

Kegiatan ini akan terus berlanjut selama enam bulan ke depan. Para dosen dan guru akan berkolaborasi melaksanakan PTK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Ada 20 dosen dari 10 LPTK (lembaga pendidikan tenaga kependidikan) dan 20 guru dari 20 sekolah dan madrasah mitra/lab LPTK yang terlibat dalam kegiatan PTK ini.

10 LPTK mitra tersebut adalah Universitas Mulawarman dan IAIN Samarinda (Kalimantan Timur), Universitas Sebelas Maret Surakarta dan UIN Walisongo (Jawa Tengah), Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Syarifudin Jambi (Jambi), Universitas Riau dan UIN Sultan Syarif Kasim (Riau), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan UIN Sumatera Utara Medan. (wk/ajib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.