Ketua Tempat Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Dian Famly Samarinda, Lilik Ekahariyati bersama peserta rias pengantin. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, SAMARINDA – Dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khussunya bidang Rias Pengantin serta memberikan legalitas keterampilan. Lembaga Kursus Dan Pelatihan (LKP) Dian Famly Samarinda menggelar Uji Kompetensi Rias Pengantin.

Kegiatan yang diikuti oleh 120 peserta dari LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) Dian Famly dan LKP Permaisuri tersebut, dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, di Hotel Raja, Samarinda, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Songsong Era Revolusi Industri, Bupati Kukar Dorong Geliat Wirausaha Secara Profesional

Kedisdikbud Samarinda, Asli Nuryadin melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF) Helina mengatakan, uji kompetensi penata rias menjadi penting bagi peserta didik dari sejumlah lembaga kursus keterampilan di kota Samarinda.

“Uji kompetensi ini tujuannya untuk melegalkan penggunaan keahlian merias pengantin. Itulah pentingnya sertifikasi sebagai pegangan bagi penata perias,” katanya.

“Apapun pekerjaanya, jika kita mencintai dan menekuni maka akan menghasilkan nilai tambah,” ujarnya.

Semenara itu Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tata Rias Pengantin Dian Famly Samarinda Lilik Ekahariyati mengatakan peserta yang mengikuti ujian sebanyak 120 peserta, terdiri dari 30 orang dari LKP Permaisuri Samarinda peserta Pendidikan Ketrampilan Kerja (PKK), 90 orang dari LKP Dian Famly dengan rincian 35 orang proram PKK dan 55 orang peserta mandiri.

“Peserta yang mengikuti uji kompetensi tidak hanya berasal dari kota Samarinda, tetapi juga sejumlah daerah lain di Kaltim seperti Balikpapan, Kukar hingga Jakarta,” katanya.

Ditambahkannya, semua peserta harus paham merias wajah sesuai dengan kekhasan. Selain itu, harus mengetahui cara memasangkan busana pengantin yang tepat.

“Ya, para peserta sebelumnya sudah mengikuti kursus selama tiga bulan lamanya. Lulus atau tidaknya ditentukan saat uji kompetensi, setelah dinyatakan lulus, baik teori mapun praktik, peserta akan mendapatkan sertifikat yang diakui,” jelasnya. (ekho/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.