Rifianto Bakri selaku narasumber saat memberikan meteri dalam Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Mandiri. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kehadiran para wirausahawan muda yang memiliki Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Bahkan UMKM memiliki pangsa pasar sekitar 99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. Dan usaha mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja. Artinya secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional.

“Mengingat potensinya yang demikian besar dan peran pentingnya dalam perekonomian nasional. Maka geliat wirausaha harus terus dikembangkan secara profesional dan mengikuti perkembangan era revolusi industri,” kata Bupati Kukar Edi Damansyah melalui sambutan tertulisnya dibacakan oleh Sekda Kukar Sunggono saat pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda dengan Local Wisdom Approach (Pendekatan Kearifan Lokal) menyongsong Era Revolusi Industri di Aula Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, Sabtu (3/8/2019).

Ia juga mengapresiasi atas dilaksanakannya Pelatihan Kewirausahaan Pemuda oleh Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri Kukar yang turut andil dalam mengembangkan sumber daya manusia dan sejalan dengan Visi Kukar yaitu menuju masyarakat Kukar yang semakin sejahtera, mandiri dan unggul.

“Peran pemuda dalam pembangunan bangsa sangatlah penting. Pemuda adalah harapan bangsa dimasa mendatang. Oleh karena itu, setiap potensi yang dimiliki pemuda harus diberdayakan secara optimal. Artinya sebagai insan yang kaya akan ide, gagasan, kreativitas dan inovasi dengan melihat potensi daerah dan memanfaatkan kemajuan teknologi diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di Kukar,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan revolusi industri saat ini juga telah banyak mengubah bidang perekonomian, dunia kerja bahkan gaya hidup manusia. Industri saat ini dituntut untuk menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Perubahan ini ditandai dengan penggunaan teknologi komunikasi secara masif dan penggunaan teknologi yang meningkatkan efisiensi waktu kerja, namun perkembangan ini harus tetap dibarengi dengan pengembangan potensi kearifan lokal.

“Saya berharap dengan mengoptimalkan segala potensi kearifan lokal yang kita miliki terus meningkatkan keterampilan serta kemampuan mengadopsi teknologi, memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi era revolusi industri serta memberikan kontribusi dalam perkembangan perekonomian daerah,” katanya.

“Memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, untuk menggali ilmu dan pengetahuan yang sangat berguna dalam mengembangkan usaha. Semoga kedepannya akan melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda Kutai Kartanegara berkualitas dan berdaya saing,” harapnya. (wan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.