Suasana worshop manajemen SKB dirangkai magang pamog belajar di Jepara, Jawa Tengah. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, JEPARA – Dua Orang Pamong Belajar (PB) didampingi Kepala Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF- SKB) Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan studi banding sekaligus mengikuti workshop terkait penguatan kapasitas manajemen SKB melalui Magang di SPNF-SKB Rujukan Jepara, Jawa Tengah, Minggu (18/8/2019).

Kegiatan tersebut merupakan program dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jendaral (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala SPNF-SKB Kota Bangun Endang Supriatno mengatakan workshop yang diikutinya diadiri oleh 50 peserta dari 25 SPNF-SKB yang mendapat undangan dari Kemdikbud, berlangsung sepekan sejak tanggal 18 s/d 23 Agustus 2019 mendatang.

“Workshop penguatan kapasitas manajemen SKB sangatlah bermanfaat baik pamong belajar terlebih pengelola SPNF-SKB Kota Bangun dalam perbaikan manajemen sesuai standar mutu pelayanan pendidikan,” katanya.

Menurut Endang, dalam workshop itu para pamong belajar diberikan pemahaman terkait kiat-kiat sukses untuk mengembangkan SKB sebagai Satuan Pendidikan Non Formal hingga cara berkomunikasi baik sesama pamong belajar dengan para siswa.

“Pemahaman kiat-kiat sukses dalam pengembangan SKB terutama bagi para pamong belajar merupakan langkah maju dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Saya berharap kepada para pamong belajar SPNF-SKB Kota Bangun yang mengikuti workshop bisa menggali dan memahami apa yang diberikan sehingga dapat dipraktekkan dan ditularkan kepada pamong belajar lainnya,” harap Endang.

Sementara itu, dalam sambutan Seditjen Paud dan Dikmas Dr. Wartanto mengatakan bahwa, tugas SPNF-SKB di Indonesia makin tahun makin berat, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan peningkatan kapasitas dan kualitas SDM masing-masing lembaga terutama dalam menghadapi era-Revolusi Indistri 4.0.

“Apapun yang dimohonkan oleh SKB, baik itu menyangkut pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa fisik maupun non fisik, sepanjang itu bermanfa’at untuk masyarakat akan diupayakan bisa diberikan,” katanya.

Ditambahkan dia, terkait dengan stuktur dan nomenklatur SKB berdasarkan Permendikbud Nomor 4 tahun 2016 tentang Alih Fungsi UPT SKB menjadi Satuan Pendidikan Sanggar Kegiatan Belajar, bahwa Kepal SPNF-SKB merupakan jabatan fungsional dan Kepala SKB dibantu oleh Kepala Tata Usaha dengan jabatan struktural dengan eselon IV/b.

“Artinya, tupoksi kepala SPNF-SKB saat ini semakin berat, apalagi dengan jabatan fungsional. Untuk itu, layak diberikan tunjangan setara eselon III atau setidaknya setara dengan eselon IV,” jelasnya. (ekho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.