Kepala BP-Paud dan Dikmas Kaltim Romansyah saat memberikan arahannya dalam pemaparan tindak lanjut pemetaan mutu. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP-PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kalimantan Timur (Kaltim) A. Romansyah mengatakan bahwa pemetaan mutu satuan pendidikan non formal sangatlah penting dalam menentukan standar pelayanan pendidikan.

“Pemetaan mutu pendidikan sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya dalam menentukan standar pelayanan pendidikan yang berkualitas,” kata Romansyah dalam pembahasan tindak lanjut pemetaan mutu Paud dan Dikmas di Hotel MJ Samarinda, Senin (26/8/2019) malam.

Menurut Romansyah, pemetaan mutu pendidikan juga harus dibarengi dengan sinergi kepala SPNF dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing.

“Sesuai standar nasional pendidikan yang dilaksanakan secaa struktur dan berjenjang pada acuan delapan standar kompetensi lulusan yakni, standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan kependidikan, sarana dan Prasarana, pengelolaan, pembiayaan serta standar penilaian pendidikan,” sebutnya.

Ia berharap melalui pembahasan pemetaan mutu tersebut, semua Kepala SPNF Kabupaten/Kota segera mengajukan Akreditasi lembaga, bukan akreditasi program.

“Setelah dilakukan akreditasi, peluang dalam mendapatkan bantuan dari direktorat pendidikan anak usai dini dan pendidikan masyarakat akan terbuka lebar dan semakin mudah, sesuai PP Nomor 2/2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Asniah mengatakan dalam tindak lanjut pemetaan mutu pendidikan, menghadirkan pemateri dari pamong belajar BP-Paud dan Dikmas Kaltim.

“Tujuan pemetaan tersebut meningkatkan kualitas agar dapat melayani masyarakat dengan baik. Selanjutnya lembaga dapat melakukan akreditasi dengan Sistem Penilaian Akreditasi (SISPENA) yang diawali dengan pemeriksaan kelayakan permohonan Akreditasi, Visitasi, Validasi dan Verifikasi yang harus mengacu pada Delapan Standar Nasional Pendidikan,” katanya.

Diketahui, kegiatan tersebut diikuti 30 orang peserta terdiri dari operator dan kepala SKB/SPNF Kabupaten/Kota Kaltim-Kaltara.

(ekho/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.