Suasana pelatihan program keaksaraan oleh SPNF SKB Tenggarong di Jembayan, Loa Kulu. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pelatihan Pembelajaran Multi Keaksaraan di Dusun Lembonang, Desa Jembayan atau Kampung Merah Putih, Kecamatan Loa Kulu, Kamis (29/8/2019).

“Saya menyambut baik atas terlaksananya program multi keaksaraan di dusun Lembonang, Jembayan yang dilaksanakan oleh SPNF SKB Tenggarong. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dalam kehidupan bermasyarakat dilingkungan sekitar,” kata Camat Loa Kulu Adriansyah melalui Kasi Kesra Supian Juhri.

Dia berharap kegiatan multi keaksaraan tersebut terus berlanjut sehingga dapat menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan program multi keaksaraan ini terus berkelanjutan dan masyarakat Jembayan, Loa Kulu sangat terbantu dengan program yang dilaksanakan SPNF SKB Tenggarong,” harapnya.

Sementara itu Kepala SPNF SKB Tenggarong Lamidi mengatakan bahwa kegiatan multi keaksaraan tersebut merupakan salah satu program Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Kaltim.

“Ya, program multi keaksaraan ini merupakan bentuk pelayanan bagi masyarakat khususnya dalam keaksaraan ditengah-tengah masyarakat terkait dengan berbagai kebutuhan pendidikan sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional,” katanya.

Menurut dia, pembelajaran multi keaksaraan sangatlah penting diberikan kepada masyarakat terutama dalam pembentukan karekter bersosial yang akhir-akhir ini semakin berkurang dalam tatanan sosial bermasyarakat.

“Saya berharap melalui pelatihan program multi keaksaraan ini, masyarakat dapat memahami pentingnya pedidikan keaksaraan terutama dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Dia juga berharap pembangunan pendidikan dunia keaksaraan tidak hanya tertumpu pada pemerintah melainkan tanggungjawab bersama-sama dalam mencerdaskan masyarakat terutama bagi dunia usaha agar turut andil dalam program multi keaksaraan maupun pemberantasan buta aksara.

“Semoga dunia usaha pun turut andil memberikan pembinaan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk program CSR (Corporate Social Responsibility). Inilah yang kita harapkan bersama-sama kita bangun sinergitas agar semua program keaksaraan dapat berjalan dengan baik serta terwujudnya peningkatan kualitas hidup masyarakat,” harapnya. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.