Beginilah atraksi delegasi kesenian rakayat mancanegara saat berpartisipasi pada EIFAF Tahun 2018 lalu. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Pelaksanaan Erau International Folk Art Festival (EIFAF) Tahun 2019, kini terpisah menjadi dua kegiatan yakni Erau Adat Kutai dilaksanakan di Keraton Museum Mulawarman, Tenggarong. Sedangkan EIFAF yang sekarang berganti nama menjadi Tenggarong International Folk Art Festival (TIFAF) juga dilaksanakan tersendiri setelah Prosesi Erau berakhir.

“Ya, pelaksanaan Erau tahun ini terpisah. Erau Adat Kutai dilaksanakan pada taggal 4 s/d 16 September 2019. Sedangkan TIFAF berlangsung mulai tanggal 21 s/d 29 September 2019,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Sri Wahyuni, dalam rapat pemantapan pelaksanaan Erau dan TIFAF di Ruang Pertemuan BPKAD Lantai III Gedung B, Selasa (3/9/2019).

Menurut Sri menjelaskan, pelaksanaan TIFAF tersebut akan diramaikan dengan berbagai kegiatan yakni, karnaval seni internasional, street performance, festival seni daerah Kutai. Setelah itu akan ada kunjungan ke sekolah dan eksebisi permainan tradisional, gelar upacara adat pedalaman, pameran pariwisata dan perdagangan, Tenggarong hijau, kunjungan budaya hingga ziarah ke-makam raja-raja Kutai.

“Adapun jumlah partisipan grup kesenian rakyat mancanegara yang sudah melakukan konfirmasi keikutsertannya baru 7 negara yakni Belanda, Romania, Rusia, Thailand, Timur Leste, Korea Selatan dan Peru,” ujarnya.

Dia menambahkan, festival juga dimeriahkan dengan 136 grup kesenian rakyat yakni sanggar tari keraton 2 grup, paguyuban 10 grup, marching band 2 grup. Sanggar seni melayu Kutai Jepen 41 grup, rudat 1 grup, teater tradisional/mamanda 2 grup, tingkilan 9 grup, tarsul 10 grup dan ngapeh 24 kelompok.

“Ada juga grup kesenian rakyat seni religi yakni, hadrah 1 grup, habsyi 1 grup dan  samrah 1 grup. Ada juga sanggar seni pedalaman Dayak Benuaq 12 grup, Dayak Kenyah 10 grup, Dayak Modang 1 grup, Dayak Lundayeh  1 grup,” sebutnya.

Lokasi kegiatan TIFAF sendiri lanjut Sri yaitu di Gerbang Raja (Start Karnaval Seni Internasional), Stadion Rondong Demang (Pembukaan festival), Halaman Parkir Pulau Stadion Rondong Demang (Kukar Expo dan panggung seni). Kemudian halaman Kantor Bupati (Welcome Dinner), lapangan Basket Tepian Turap Mahakam (Panggung Utama).

Pulau Kumala (Street Performance dan Tenggarong Hijau), Resepsi dengan Presiden Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia dan Festival Director di Aula Rapat BPKAD Lantai III Gedung B. Kemudian di Kedaton akan dilaksanakan Resepsi dengan Sultan hingga Panggung Karnaval Seni International.

“Di Pendopo Odah Etam juga akan berlangsung resepsi dengan Bupati Kukar. Kemudian di Lamin Adat Pulau Kumala dilakukan kunjungan budaya dan eksebisi permainan tradisional dan di ruang serbaguna Kantor Bupati dijadwalkan Farewell Dinner dan tepat di halaman Kantor Bupati akan berlangsung penutupan TIFAF,” katanya.

Diketahui jadwal karnaval seni internasional akan berlangsung pada (21/9), welcome dinner (21/9), pembukaan festival (22/9). Kukar expo & bazar rakyat (22-28 September), pentas kesenian rakyat internasional (Mancanegara, Nusantara, Kaltim, Kukar) pada 22–28 September, Street Performance di Pulau Kumala (Mancanegara, Nusantara, Kaltim, Kukar) 23–28 September dan resepsi peserta TIFAF pada tanggal 23–24 September 2019.

Kemudian kunjungan ke-sekolah dijadwalkan (21-23 September) dengan mengunjungi SD, SMP, SMA. Dilanjutkan dengan Eksebisi lomba olahraga tradisional (23–25 September). Kemudian penanaman pohon dan kunjungan budaya (26/9). Gelar adat pedalaman (19-21 September). Festival seni daerah Kutai (Lomba Tari Kreasi Jepen, Lomba Tingkilan, Lomba Ngapeh dan Lomba Tarsul) pada tanggal 25-28 September), Upacara ziarah (28/9) dan Penutupan Festival tanggal 29 September 2019. (wan/bety)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.