Ketua KTNA Muara Jawa Loeis Subowo bersama Ketua Poktan Karya Makmur yang juga peternak kambing Etawa. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Aji Supriadi selaku Ketua Kelompok Tani Karya Makmur yang berada di Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar), sukses mengembangkan Kambing Peranakan Etawa (PE) yang memiliki kelebihan dengan perahan susunya bernilai ekonomis.

Keberhasilan Poktan Karya Makmur tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Muara Jawa, Loeis Subowo didampingi Ketua Koordinasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Muara Jawa Dadang Kusnadi yang mengunjungi langsung peternakan Aji Supriadi, Selasa (3/9/2019).

“Saya meliat perkembangan kambing Etawa ini baru ada di Kecamatan Muara Jawa, tentunya ini menjadi potensi yang sangat menjanjikan terutama hasil produksi perahan susunya yang bernilai ekonomis,” kata Loeis Subowo.

Menurut Loeis, peluang kabing peranakan ettawa ini sangat menjanjikan, karena kecenderungan harga kambing hidup yang terus mengalami penigkatan. Tidak hanya itu keunggulan kambing etawa sendiri sangat mudah berkembang dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

“Ya, kambing etawa yang dikembangkan Poktan Karya Makmur, Muara Jawa ini sudah tepat, bisa menambah perekonomian warga tani setempat, salah satunya melalui perahan susunya yang lebih mahal ketimbang susu sapi. Saya juga berharap etawa ini terus dikembangkan dan memperhatikan kesehatan ternak sehingga prodksinya berkualitas dan dikelola dengan baik hingga pemasarannya,” semangatnya.

Sementara itu Aji Supriadi selaku pengembang kambing etawa menuturkan bahwa, awal mula melakukan peternakan kambing etawa pada tahun 2015 silam dengan 4 ekor, 3 betina dan 1 jantan yang dibeli langsung dari Pulau Jawa dengan harga sampai di Kaltim sebesar Rp5 juta/ekor.

“Alhamdulillah saat ini kambing etawa sudah berkembang menjadi 22 ekor. Dari pengembangan tersebut sudah menghasilkan pundi-pundi ekonomi melalui perahan air susunya yang sangat prospek,” katanya.

Diakui dia, prospek kambing etawa terbilang masih sangat sedikit dan cukup langka. Tentunya ini juga dapat menjadi peluang yang menjanjikan bagi petani peternak di Muara Jawa.

“Produksinya masih sedikit terutama dalam perahan air susu kambing etawa. Biasanya satu botolnya dengan ukuran 600 cc dijual dengan harga Rp500 ribu. Ya, pembeli atau konsumennya masih di seputaran kecamatan Muara Jawa saja,” ujarnya.

Ia mengatakan susu kambng etawa terebut cukup diminati salah satunya dari para dokter yang bertugas di Muara Jawa.

“Susu kambing etawa yang dihasilkan memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan seperti menurunkan tekanan darah tinggi, mengatasi asam urat tinggi, rematik, kolesterol hingga memperkuat dan meremajakan sesl-sel tubuh dan lainnya,” sebutnya.

Diketahui selain mengembangkan kambing etawa, Aji Supriadi didampingi sang istri tercinta (Hj Sujiati-red) juga selaku Penyuluh Pertanian Muara Jawa memiliki hamparan lahan seluas 3 Ha. Dilahan tersebut diisi peternakan kambing, sapi, ayam buras. Kemudian juga menanam karet, padi hingga Jagung Hibrida.

(wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.