Mesir, salah satu grup kesenian rakyat mancanegara yang akan meramaikan TIFAF 2019. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kutai Kartanegara (Kukar) dapat menyaksikan kembali Festival Kesenian Rakyat Internasional VII (7th Tenggarong International Folk Arts Festival/TIFAF) hadir di Kota Raja, Tenggarong pada tanggal 21 s/d 29 September 2019.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Sri Wahyuni usai memantapkan agenda TIFAF, Rabu (18/9/2019) siang.

“Festival ini diselenggaraan bertepatan dengan perayaan hari jadi kota Tenggarong  ke 237 dengan Tema “Melalui Hari Jadi ke 237 Kota Tenggarong kita wujudkan Mayarakat yang Peduli, Kreatif dan Berbudaya dalam Pergaulan Antar Bangsa, guna mendukung Kemajuan Pariwisata Daerah dan Nasional”,” katanya.

Disebutkan Sri, ada 7 grup kesenian rakyat mancanegara ikut serta dalam pagelaran TIFAF 2019 yaitu, Ranranga Dance Academy Srilangka, Phranajhon Rajabhat University Thailand, Folkloristische Dansgroep Hellendorn Netherlands, Cossack Dance Ensemble Stanitsa Rusia, Cununa Apusenilor Romania, Arts and Culture Association Timor Furak Timor Leste dan Sharkia Folklore Troup Mesir dengan jumlah keseluruhan personil 151 orang.  

“Partisipan TIFAF dari mancanegara ini akan tampil satu panggung bersama kelompok-kelompok kesenian Indonesia yang akan diwakili oleh Grup-grup kesenian daerah dari Kutai Kartanegara dan daerah lainnya di tanah air,” ujarnya.

Menurut Sri, mereka akan tampil setiap malam di dua panggung seni yang berada di dua lokasi, yakni Panggung area Lapangan Basket Melayu dan Panggung arena Kukar Expo Rondong Demang. Selain itu, setiap sore hari para partisipan TIFAF ini akan menggelar Street Performance (pertunjukkan di jalan) di Pulau Kumala.

“Partisipan TIFAF juga akan berkunjung ke beberapa sekolah  khususnya yang memiliki ekstrakulikuler kesenian dan aktif berkesenian dalam berbagai festival. Dengan pertukaran budaya ini, diharapkan pelajar/siswa akan bertambah wawasan global mereka. Sementara di sekolah yang tidak dikunjungi akan diundang untuk ikut eksebisi permainan tradisional bersama 7 negara partisipan  di Lapangan Basket Timbau,” sebutnya.

“Rangkaian kegiatan dan agenda TIFAF ini juga telah menjadi agenda Pariwisata Nasional dan merupakan bagian dari 100 Wonderful Event Indonesia  yang mampu memadukan hadirnya ruang aktualisasi seni budaya dan meningkatnya angka kunjungan wisatawan serta bergeraknya perekonomian rakyat selama festival berlangsung,” jelas Sri.

Diketahui, selain 7 grup kesenian rakyat mancanegara juga tak kalah menarik untuk disaksikan yakni penampilan kelompok kesenian Indonesia atau lokal diantaranya dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kesenian Melayu Kutai, Kesenian Dayak Kenyah, Benuaq dan Modang.

Tidak hanya itu, kelompok kesenian etnis pendatang yang ada di Kutai Kartanegara juga ikut berpartisipasi, diantaranya adalah Kelompok Kesenian dari Bali, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, dan Jawa Timur.

(adv/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.