Direktur BUMDes Payang Sejahtera Supiyani (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) mampu mengangkat nama desanya menjadi yang terbaik II se-Kaltim, pada ajang lomba BUMDes yang diselengarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim baru-baru ini.

“Alhamdulilah, BUMDes Payang Sejahtera dinilai berhasil dalam pengelolaan keuangan dan berhasil meraih penghargaan terbaik II BUMDes se-Kaltim, kategori Pengelolaan Keuangan dan Aset,” kata Supiyani selaku Direktur BUMDes Payang Sejahtera, Senin (17/9/2019).

Menurut Supiyani menjelaskan, BUMDes Payang Sejahtera terbentuk paada 2012 silam dengan memiliki 6 unit usaha yakni pengangkutan Tandan Buah Sawit (TBS), jasa perantara pengelolaan BBM, jasa pengelolaan Brilink, jasa pengelolaan dan pengawasan settling pond (kolam pengendapan tambang), pengangkutan CPO dan kompos.

Pada akhir 2016, pihak desa memberikan penyertaan modal untuk BUMDes yang dialokasikan dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 300 juta. Tahun berikutnya, pihak desa kembali memberikan penyertaan modal senilai Rp 300 juta.

“Ya, keuntungan dari unit usaha BUMDes dalam setahun mencapai Rp 200 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 2 miliar dalam setahun. Penghasilan terbesarnya diperoleh dari unit usaha pengangkutan tandan buah sawit,” katanya.

Keberhasilan dalam pengelolaan BUMDes Payang Sejahtera juga diapresiasi oleh Kepala Desa Sungai Payang Rusdin mengugkapkan bahwa BUMDes Payang Sejahtera sudah dapat mengangkat nama desa ditingkat Provinsi Kaltim dengan meraih penghargaan terbaik II BUMDes se-Kaltim.

“Penghargaan yang diraih BUMDes Payang Sejahtera ini menjadi spirit untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan BUMDes kedepannya, sehingga dampak yang dihasilkan dari BUMDes tersebut turut dirasakan oleh masyarakat setempat,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pada tahun 2019 tidak diberikan penyertaan modal lagi, dikarenakan sudah mampu mandiri, tapi membangunkan kantor BUMDes dengan anggaran sekitar Rp 400 juta.

“Ya, selain itu ada pengembangan unit usaha baru yakni pembangunan pabrik kompos dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,15 miliar yang bersumber dari 4 perusahaan sekitar ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Diharapkan dengan pabrik kompos yang akan dibangun tersebut dapat memperdayakan masyarakat dengan menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Diketahui, sesuai kontrak dengan rincian anggaran yang dialokasikan 4 perusahaan meliputi PT. ABP Rp 600 juta, PT MHU Rp 300 juta, CV KKE Rp 100 juta, PT MPP Rp 50 juta dan Pemerintah daerah menggelontorkan Rp 1,1 miliar dengan total anggaran Rp 2,15 miliar. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.