WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah resmi menutup pelaksanaan Tenggarong Internasional Folk Arts Festival (TIFAF) ke-7 tahun 2019, Minggu (29/09) lalu di lapangan kantor Bupati, Tenggarong.

Penutupan tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para partisipan kesenian rakyat mancanegara, dilanjutkan dengan dendang ria, Bupati Edi Damansyahbersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sultan Kutai Kartanegara Ing martadipura beserta seluruh partisipan.

Dalam sambutanya, Edi Damansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh partisipan TIFAF VII 2019 yang telah berbagi wawasan dengan para pelajar dan berinteraksi sangat baik dengan masyarakat.

“Selama satu minggu penuh kota Tenggarong dipenuhi dengan berbagai atraksi seni budaya baik internasional maupun nasional dan daerah, Saya mencermati bahwa penyelenggaraan Festival ini menjadikan kota Tenggarong sebagai pusat atraksi budaya dan berbagai pihak datang untuk menyaksikan Festival ini,” katanya.

Ia juga menambahkan  budaya merupakan benteng pertahanan bagi masyarakat dan untuk menjaga eksistensinya di tengah arus globalisasi yang nyaris tanpa batas saat ini. Pemkab Kukar pun terus berupaya menjalin kerjasama budaya antar bangsa yang menunjukkan bahwa Indonesia dan khususnya Kutai Kartanegara adalah daerah yang berbudaya dan bermartabat.

“Berada di lingkungan pergaulan budaya antar bangsa akan semakin menyadarkan diri betapa indah dan mulianya budaya yang kita miliki, Kita tetap akan menjadi diri kita sendiri serta tetap menjunjung budaya bangsa dalam lingkaran kancah budaya internasional yakni membangun sikap mencintai budaya daerah dan budaya bangsa, serta sikap saling menghormati budaya antar bangsa,” kata Edi.

Selain itu, penyelenggaraan festival ini merupakan satu dari 100 wonderful event Indonesia yang didukung secara khusus oleh Kementerian Pariwisata. Festival ini dirancang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kutai Kartanegara, mendorong bergeraknya pertumbuhan usaha industri pariwisata daerah termasuk peningkatan pendapatan masyarakat yang berkenaan langsung dengan kebutuhan wisatawan selama berkunjung.

Oleh karena itu, Festival Kesenian Rakyat Internasional yang dilaksanakan sebagai  agenda rutin ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan, empati, dan upaya-upaya dari para pemangku kepentingan serta makin menumbuhkan peluang-peluang usaha baru guna melayani kebutuhan wisatawan khususnya dalam hal penyediaan makanan khas daerah, pakaian khas daerah, maupun cinderamata khas daerah yang akan menjadi tanda mata bagi wisatawan.

“Pengunjung yang memadati lokasi-lokasi acara maupun antrian padat kendaraan baik pada bazar, pameran, lomba permainan tradisional, lomba balap ketinting maupun performent dari para partisipan internasional maupun lokal merupakan salah satu indikasi bahwa atmosfer festival telah menjadi daya tarik wisata berbasis budaya” ungkapnya

Edi Juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada  jajaran panitia dan semua pihak atas dukungan dan kerjasamanya sehingga festival ini dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses, khususnya kepada Kementerian Pariwisata RI, PT Alamjaya Bara Pratama, PT Jembayan Muara Bara, Bankaltimtara dan beberapa pihak lainnya. Terima kasih pula kepada CIOFF Indonesia atas kerjasama dan dukungan yang diberikan untuk berlangsungnya festival ini.

“Semoga keikutsertaan para partisipan Internasional padaTIFAF tahun 2019 ini akan membuahkan kenangan yang indah tentang Kutai Kartanegara dan juga kedepannya kerjasama  dari beberapa pihak ini dapat terus berjalan dengan partisipasi yang lebih luas lagi maupun cakupan festival yang lebih besar lagi,” harapnya.

(medsi 03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.