WARTAKALTIM.CO, TANAH GROGOT – Dalam rangka meningkatkan wawasan, kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pemkab Paser melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi guru pendamping PAUD berlangsung di Ballroom Hatel Lorus Jl. Panglima Sentik Tanah Grogot, Senin (23/9/2019) lalu.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,  Murhariyanto mengatakan, diklat bertujuan dalam rangka pemberian pemahaman kepada tenaga pendidik terhadap konsep dasar PAUD dan perkembangan anak usia dini.

“Diharapkan melalui kegiatan ini tenaga pendidik dapat memberikan pemahaman dan memberikan motivasi peserta didik khususnya di Paser sehingga menjadi generasi emas yang cerdas,” katanya.  

Menurut dia, PAUD mempunyai berperan penting dalam perkembangan anak dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi khususnya bagi para tenaga pendidik.

“Metode pembelajaran dan  pemahaman terhadap anak usia dini merupakan hal penting, bagaimana cara melatih Baca, Tulis, Berhitung, seorang guru PAUD juga dituntut profesional dan handal dalam mewujudkan generasi emas dimasa mendatang,” ujarnya.

Senada Murhariyanto juga disampaikan Kabid PAUD dan PNF Jamhari mengatakan, pendidik anak usia dini harus terus berinovasi dan menciptakan pelajaran yang menyenangkan bagi anak. Termasuk terhadap kesehatan gizi PAUD itu sendiri, yang akan membantu tumbuh kembangnya anak.

“Sangat diperlukan peranan pendidik PAUD dalam membangun pondasi dasar anak. Dengan memberikan bekal pemahaman terhadap peran dan tugas utama seorang guru,”ujarnya.

Ditambahkan dia, kegiatan Diklat Guru Pendamping Muda Berjenjang Tingkat Dasar bertujuan memberikan pemahaman untuk merangsang secara optimal siswa didik menjadi generasi yang cerdas.

“Materi yang disampaikan yakni konsep dasar PAUD, cara belajar anak usia dini, perkembangan anak, serta Kesehatan dan gizi PAUD. Diharapkan peserta diklat kompetensi dan berkualitas,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Sulastri menambahkan kegiatan tersebut akan berlangsung dua tahap setiap tahap sebanyak 40 peserta dengan total 80 peserta. “Untuk peserta diprioritaskan bagi lembaga yang baru berdiri, dan rata-rata baru berjalan satu sampai 3 tahun,” jelas Sulastri.

(ekho/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.