Usaha sarang burung walet. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kualitas dari hasil sarang walet di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini telah diakui dunia internasional, berdampak positif terhadap pendapatan daerah. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat membuka Rapat Kerja (Raker) Bapenda se-Kaltim di Hotel Blue Sky, Balikpapan, Selasa (29/10/2019) lalu.

Menyikapi peluang potensi sarang walet sebagai pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Kartanegara (Kukar) Totok Heru Subroto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan semua regulasi terkait dengan pemungutan pajak sarang walet, salah satunya lewat Jemput Bola Pajak Sarang Burung (Jebol Pak Sabu).

“Ya, Bependa terus berusaha aktif dalam memungut pajak sarang walet, sebagai upaya dalam memaksimalkan PAD melalui inovasi Jebol Pak Sabu,” kata Totok usai mengikuti pembukaan Raker Bapenda se-Kaltim.

Menurut Totok, sektor sarang walet diakuinya sangat potensial dalam menamabah pundi PAD Kukar, namun terdapat persoalan mulai dari eksekusi pajak hingga mekanisme dari si Wajib Pajak (WP) yang terlebih dahulu harus melaporkan dulu ke daerah.

“Persoalannya adalah si WP sendiri harus melaporkan terlebih dahulu kepada daerah, barulah dapat ditentukan berapa pajak yang dihasilkan dari sarang walet. Namun lagi-lagi persoalannya si WP tersebut tidak berani melaporkan usahanya, dikarenakan tidak memiliki izin,” katanya.

Kendati demikian Bapenda tidak akan mundur dan terus mensosialisasikan atas regulasi pajak sarang walet yang sduah ditetapkan pemerintah daerah, sehingga dapat dengan segera menarik pajaknya.

“Saya tegaskan, Bapenda sudah menyiapkan konsep-konsep dalam pengelolaan pajak sarang walet, sebagai salah satu pundi peningkatan pendapatan daerah,” katanya.

Ditambahkan Totok, inovasi jemput bola tersebut melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertahanan dan Tata Ruang, Bankaltimtara, kecamatan hingga desa setempat.

“Inilah salah satu upaya kita dalam melakukan penjemputan pajak sarang walet, jika pelaku usaha belum memiliki izin, maka pengusaha akan dilayani oleh pihak perizinan dan lainnya. Pemkab Kukar baru akan memungut pajaknya, ketika sarang burung walet itu telah berproduksi dan terjual. Bapenda juga telah menyiapkan strategi dalam menggali pajak dari sektor pertambangan, perkebunan, pelabuhan, jasa transportasi angkutan yang diharapkan bisa meningkatkan PAD Kukar,” jelasnya.

(wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.