Ponton Batubara. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta kepada jajaran PT Pelindo IV Cabang Samarinda bersinergi dengan pemkab Kukar dalam hal pemanduan dan penundaan kapal tongkang yang melewati bawah kolong jembatan Kukar dan Martadipura, Kota Bagun.

Hal tersebut disampaikannya saat silaturahmi dengan General Manager (GM) Pelindo IV Farid Padang, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda Sugeng, Dishub Kukar, DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu), Perusda (Perusahaan Daerah) serta undangan lainnya, di Ruang Eksekutif, Kantor Bupati, Tenggarong, Selasa (5/11/2019).

“Ya, saya berharap sinergi dengan Pelindo IV, KSOP dan jajarannya dalam melakukan pemanduan dan penundaan kapal tongkang batubara dibawah kolong jembatan baik itu jembatan Kartanegara di Tenggarong maupun Martadipura di Kota Bangun,” katanya.

Menurut Edi, pemanduan dan penundaan dibawah kolong jembatan sebagai langkah dalam mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan, mengingat alur sungai mahakam merupakan jalur transportasi dari pengangkutan eksploitasi sumber daya alam (Batubara).

“Berkaitan dengan aset Kukar seperti jembatan harus terus dijaga dengan baik, jangan sampai mengalami kerusakan. Untuk itu perlu dilakukan pemanduan kapal tongkang batubara yang akan melewati bawah kolong jembatan,” ujarnya.

Diakui Edi Damansyah bahwa selama ini aktivitas di sungai mahakam terutama dalam pengangkutan batubara cukup berjalan baik, walau ada insiden tertabraknya rumah penduduk belum lama ini, tapi sudah diatasi dan pihak perusahaan bertanggungjawab.

“Inilah yang diharapkan kedepannya, agar insiden-insiden seperti itu tidak terjadi lagi terlebih pengamanan aset daerah,” katanya.

Edi Damansyah juga menjamin pelayanan investasi di Kukar berjalan baik sampai dengan proses bongkar muat.

“Saya berharap dari silaturahmi ini ada kesepahaman dan komitmen bersama baik dari sisi regulasi, operasional kerja pendukung lainnya berjalan baik, sehingga bisa terus berkontribusi baik kenegara, daerah dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kutai Kartanegara,” harap Edi.

Sementara itu KSOP Samarinda Sugeng menyambut baik atas silaturahmi dan terjalinnya kerjasama dengan pemkab Kukar terutama dalam hal pemanduan dan penundaan kapal tongkang dibawah kolong jembatan Kukar.

“Ya, kementerian perhubungan dan badan usaha pelabuhan, jembatan Kartanegara telah ditetapkan masuk dalam peta laut perairan wajib pandu 1, sebagai upaya menjaga keselamatan. Sedangkan jembatan Martadipura, Kota Bangun saat ini belum masuk peta laut masih dalam proses pengkajian,” demikian jelasnya.

(wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.