Proyek Brown Field Pertama PHM

WARTAKALTIM.CO, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah Kerja Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan, mengumumkan dimulainya salah satu milestone di proyek pemasangan booster compressor dan deck extension di platform SWP-G Lapangan Peciko, Selasa (5/11/2019).

Milestone tersebut adalah kegiatan first steel cutting, seremoni pemotongan plat baja pertama, sebagai tanda dimulainya tahap konstruksi proyek Peciko 8A yang dilakukan di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul, Kel Senipah, Kec Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).  

General Manager PHM John Anis mengatakan proyek ini merupakan brown field (pengembangan dari fasilitas yang sudah ada) pertama di PHM dan keberhasilan proyek ini diharapkan akan menjadi standar untuk pelaksanaan proyek brown field selanjutnya.

“PHM terus berupaya tanpa henti untuk mengembangkan potensi-potensi yang masih ada di Wilayah Kerja Mahakam. Kami mengerahkan segala daya upaya dan terus mencari berbagai terobosan dan inovasi dalam upaya menahan laju penurunan produksi alamiah, namun dengan tetap mengutamakan keselamatan, efisiensi, dan pengambilan risiko yang terukur,” katanya.

Ia juga menyebutkan pengerjaan proyek dengan nilai yang cukup besar oleh kontraktor lokal merupakan bentuk kepercayaan PHM terhadap kemampuan perusahaan yang berada di sekitar wilayah operasi.

“Proyek ini merupakan wujud nyata dan komitmen PHM menjaga dan meningkatkan cadangan gas, sekaligus dalam pemberdayaan masyarakat setempat,” ujarnya.

Diketahui, objektif dari proyek ini adalah penambahan cadangan di Peciko sebesar 7.3 BSCF gas dan  34 kbbls kondensat, dengan cara menurunkan tekanan alir kepala sumur ke mode operasi sangat rendah (LLP – Low Low Pressure) untuk sumur-sumur di platform SWP-G.

Selanjutnya proyek-proyek booster compressor sejenis sedang dipersiapkan untuk beberapa platform di  lapangan Peciko untuk penambahan cadangan di lapangan tersebut. Lebih jauh, booster compressor sedang dikaji untuk diterapkan juga pada lapangan offshore lainnya yaitu lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam.

Proyek senilai 15,3 juta USD ini dikerjakan oleh kontraktor asli Kalimantan Timur (PT Asta Rekayasa Unggul) dengan melibatkan 100% pekerja dari masyarakat Samboja dan sekitarnya. Basic engineering sudah mulai dikerjakan sejak kuartal pertama  2018, sementara pengerjaan proyek diharapkan selesai di kuartal ketiga 2020.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Yusgiantoro, Head of Division Engineering Contruction and Project PT Pertamina Hulu Mahakam Jarot Wahyudianto, dan Direktur PT Asta Rekayasa Unggul Suyono Hartowo.

(wan/phm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.