Bupati Kukar Edi Damansyah saat melakukan penanaman perdana Jagung Hibrida Nasa 29 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tabang. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, KUKAR – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menyakini dan optimistis pengembangan Jagung Hibrida jenis Nasa 29 di zona Hulu Kecamatan Tabang akan tumbuh subur.

“Saya optimistis gerakan tanam jagung hibrida di zona Hulu Kecamatan Tabang ini akan tumbuh subur,” kata Edi Damansyah usai melakukan penanaman perdana jagung hibrida jenis nasa 29 di Desa Gunung Sari Kecamatan Tabang, Minggu (17/11/2019).

Menurut Edi, program revolusi jagung di Kukar terus didorong sebagai upaya dalam percepatan ekonomi masyarakat, salah satunya di zona hulu kecamatan Tabang.

“Pemkab Kukar terus mendorong agar revolusi jagung di Kukar berkembang secara kontinuitas atau terus menerus, sehingga berdampak terhadap percepatan ekonomi masyarakat, khususnya di zona hulu Tabang,” katanya.

Edi juga menyebutkan, hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda bahwa karekteristik tanah di kecamatan Tabang berbeda dengan diwilayah zona Pesisir dan Tengah. Karekteristik tanah di zona hulu Tabang dengan kategori sangat subur dan cocok untuk pengembangan jagung hibrida.

“Ya, berdasarkan hasil penelitian akademisi Unmul menyebutkan karekteristik tanah di zona hulu Tabang ini sangat subur dan cocok ditanami jagung hibrida nasa 29. Perlakukan jagung hibrida sendiri sangatlah mudah dan bisa panen dalam 90 hari,” sebutnya.

Selain itu, tambah Edi, pengembangan revolusi jagung tersebut telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab Kukar sebagai peningkatan ekonomi masyarakat petani.

“Saya mendorong semua kelompok tani yang ada di Tabang, terus semangat dalam bertani, kembangkan jagung hibrida bernilai ekonomis secara cepat dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Saya menargetkan pengembangan jagung hibrida di zona hulu ini mencapai 100 haktar (Ha),” harapnya.

Diketahui, penanaman perdana jagung hibrida nasa 29 di Tabang, turut dihadiri Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur (Kaltim) Dr Muhammad Amin, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para kelompok tani dan undangan lainnya.

(wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.