Bupati Kukar Edi Damansyah menandatanganai nota kesepahaman dengan PT. Moringa Organik Indonesia tentang Pengembangan Tanaman Kelor dan Industri.

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Untuk mengawal pelaksanaan konvergensi (jaringan) intervensi penurunan stunting, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah membuat inovasi yang dikenal dengan GeRakan keluarGa Peduli Pencegahan dan aTasi Stunting (Raga PanTaS).

“Melalui Raga PanTaS kita terus berupaya menurunkan kemiskinan dan stunting. Saya mengajak semua stakeholder untuk peduli menuju go zero malnutrition,” kata Bupati Kukar Edi Damansyah saat membuka Seminar Nasional Go Zero Malnutrition (Stunting) dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-60, di Ruang Serbaguna Bappeda, Tengagrong, Sabtu (22/2/2020).

Dijelaskan Edi, RaGa PanTas tersebut merupakan sebuah gerakan yang terstruktur dan sistematis dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa/kelurahan secara konvergen dan terintegrasi melakukan pendataan dan intervensi terhadap sasaran keluarga dengan 1000 HPK (Harapan Pertama Kehidupan) di desa dan kelurahan.

“Ya, seluruh stakeholder terkait akan melakukan intervensi terhadap keluarga 1000 harapan sampai menjadi keluarga Idaman dengan memenuhi 5 (lima) indikator yakni pantas sehat, pantas pendidikan, pantas pangan, pantas tempat tinggal dan pantas sejahtera,” ujarnya.

Ia pun menginstruksikan semua jajarannya agar peduli penanganan stunting dan kemiskinan, salah satunya melalui gerakan revitalisasi posyandu yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan dan pemberdayaan terkait bidang kesehatan khususnya ibu, anak dan lansia.

“Stunting dan kemiskinan menjadi atensi kita semua, tentu penanganannya tidak mengenal hari libur. Masalah ini berkaitan dengan hajat dan kualitas hidup orang banyak, ya hari libur pun kita tetap bekerja,” tegasnya.

Untuk diketahui, seminar nasional itu menghadirkan beberapa narasumber yakni Moch Fachri Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI dengan materi ‘Peran strategi desa dalam pencegahan dan penanganan gizi buruk (stunting)’.

Kemudian, Ai Dudi Krisnadi (Owner/CEO PT. Moringa Organik Indonesia) dengan ‘Potensi pengembangan kelor sebagai salah satu upaya pemenuhan gizi keluarga dalam rangka pencegahan dan penanganan gizi buruk’, dan Agus Heri Santoso (Owner/Direktur CV. Striata Group) materi ‘Pemanfaatan potensi pangan local sebagai sumber makanan pada 1000 HPK dalam rangka pencegahan dan penanganan gizi buruk (stunting).

Kegiatan itu juga ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Kukar dengan PT. Moringa Organik Indonesia tentang Pengembangan Tanaman Kelor dan Industri Turunannua. Kemudian MoU antara Pemkab Kukar dengan CV Striata Group tentang Program Pengembangan Industri Pangan Sehat Komoditas Lokal Potensial Untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting.

Dilanjutkan dengan nota kesepahaman dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar dengan Yayasan Patriot Desa 20 tentang Pengembangan Potensi Badan usaha Milik Desa, serta MoU antara PT. Moringa Organik Indonesia dengan Fakultas Pertanian Unikarta tentang Pengembangan Pelaksanaan Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.