Kukar – Upaya mengantisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19), Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memberlakukan tindakan preventif berupa pengukuran suhu tubuh kepada para pengunjung yang akan datang bertamu di Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (18/3/2020).

“Pengukuran suhu tubuh menggunakan alat (Thermal Detector) sebagai upaya deteksi dini bagi para pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN) serta para tamu yang berkunjung kekantor bupati tetap dalam keadaan sehat,” kata Sekda Kukar H Sunggono.

Menurut dia, pengukuran suhu tubuh dilakukan menggunakan alat infrared thermometer yang ditempelkan pada permukaan wajah yang dilakukan oleh petugas.

“Kegiatan preventif ini juga sebagai tindak lanjut dari surat edaran bupati Kukar terkait tindakan pencegahan dan penangulangan penyebaran virus corona khususnya dilingkungan Setkab Kukar,” ujarnya.

“Saya berharap tindakan preventif tersebut bisa ditiru oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), swasta dan lainnya yang ada di Kukar, memastikan semuanya dalam keadaan sehat,” jelasnya.

Adapun isi Surat Edaran Bupati Kukar Edi Damansyah Nomor: B- 1563/DINKES/065.11/03/2020 Tentang Pemberian Informasi Kewaspadaan Penangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kutai Kartanegara memuat 13 poin penting diantaranya;

Menghimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan kewaspadaan diri dengan menerapkan Prilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) diberbagai tempat, lebih banyak beraktifitas di dalam rumah serta menghindari tempat-tempat keramaian (pusat perbelanjaan, pasar, tempat wisata, dll) untuk mencegah penularan COVID-19.

Kemudian, kegiatan yang diadakan organisasi kemasyarakatan/keagamaan diberikan ijin secara terbatas dengan persyaratan Panitia wajib memastikan bahwa diantara peserta tidak sedang sakit demam/flu/batuk dengan menggunakan alat deteksi suhu tubuh (thermal detector), menyediakan cairan pencuci tangan (hand sanitizer) dan tidak saling bersentuhan langsung/berjabat tangan/menjaga jarak social (social distancing) yang akan berpotensi menyebabkan penularan COVID-19.

Poin pentingnya juga, memberlakukan pembelajaran dari rumah bagi peserta didik pada satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemkab Kukar (PAUD/TK, SD, SMP, Madrasah, Pondok Pesantren) dan mengimbau lembaga pendidikan lainnya memberlakukan hal yang sama untuk 14 (empat belas) hari kedepan mulai tanggal 17 Maret 2020 dan akan di evaluasi kembali dengan melihat perkembangan kasus COVID-19. Selama pemberlakukan pembelajaran di rumah peserta didik dilarang mengunjungi tempat-tempat keramaian dan tidak melakukan perjalanan tidak penting.

Menginstruksikan kepada Kades/lurah dan RT agar melaksanakan pemantauan terhadap pendatang yang berasal dari daerah terjangkit di wilayahnya dan mengkoordinasikan kepada fasilitas kesehatan terdekat serta pemantauan/pembatasan aktivitas masyarakat yang bersifat keramaian/mengumpulkan massa.

Seluruh masyarakat Kukar yang sakit demam/flu/batuk untuk beristirahat di rumah dan segera menghubungi petugas kesehatan jika menunjukkan adanya gejala COVID-19 melalui Hotline 082251171009.

Serta menghimbau kepada pengurus masjid/mushola untuk tidak menggunakan ambal/karpet serta tidak menyediakan sarung, mukenah dan sajadah. Menghimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi pada berita-berita/informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (*)

  • Penulis: Redaksi/Prokom
  • Credit Photo: Aldino

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.